BORNEONEWS, Palangka Raya - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Bukit Hindu gencar mensosialisasikan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kepada masyarakat di kawasan Mendawai, tepatnya di RT/08 RW/VII, Kota Palangka Raya, Kamis 10 Oktober 2024.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, serta menekan angka stunting.
Kepala UPTD Puskesmas Bukit Hindu, Hellyana, mengatakan bahwa STBM merupakan pendekatan yang komprehensif untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi masyarakat melalui pemberdayaan.
Program ini menggunakan metode pemicuan untuk mendorong masyarakat secara aktif berpartisipasi dalam mewujudkan lingkungan sehat.
"STBM memiliki dua indikator utama, yaitu Outcome dan Output. Outcome adalah penurunan kasus diare, kecacingan, dan penyakit lainnya yang berbasis lingkungan dalam jangka waktu panjang. Penurunan ini sangat penting untuk mencegah stunting pada balita," katanya.
Sementara itu, Output STBM ditandai dengan akses setiap individu, kelompok, dan masyarakat terhadap lima pilar STBM, diantaranya imbauan agar tidak sembarang Buang Air Besar (BAB), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengamanan sampah rumah tangga, dan Pengamanan limbah cair rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan.
Sosialisasi STBM di Mendawai mendapat sambutan positif dari masyarakat. Mereka antusias mengikuti penyampaian materi dan berdiskusi tentang pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya STBM dan mendorong mereka untuk menerapkan lima pilar STBM dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan masyarakat yang sehat, bebas stunting, dan memiliki lingkungan yang bersih dan nyaman," pungkas Hellyana. (PATHUR/R)









