**Borneonews - Jakarta**, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P. Bolombo, menggarisbawahi peran vital desa sebagai ujung tombak dalam pelayanan publik. Pernyataan tersebut sekaligus membantah pandangan yang menganggap bahwa desa berada di strata pemerintahan yang lebih bawah.
La Ode menekankan, "Desa bukanlah kasta pemerintah yang lebih rendah. Malah, desa adalah garis depan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sudah ditekankan oleh Menteri Dalam Negeri, bahwa desa adalah titik sentuh utama dalam berinteraksi dan melayani rakyat. Dengan demikian, peran kepala desa menjadi sangat krusial." Dalam penjelasannya di Jakarta, pada kesempatan yang berlangsung pada hari Kamis, ia menyoroti tanggung jawab besar para kepala desa yang harus disyukuri.
Ia juga menekankan bahwa kebahagiaan serta kesejahteraan warga desa sangat bergantung pada kiprah kepala desa. Namun, La Ode mengingatkan pentingnya kolaborasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) agar pembangunan desa dapat dilakukan secara bersama-sama. "Membangun desa adalah tanggung jawab kolektif," ujarnya.
Contoh baik dapat diambil dari kemajuan yang terlihat di Desa Penglipuran di Bangli. Kemajuan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi yang dapat diadopsi oleh desa-desa lain. Meski demikian, La Ode juga mengingatkan bahwa potensi yang dimiliki desa, baik dari segi alam maupun budaya, tidak dapat diciptakan, tetapi harus dijaga dan dikelola secara bijak.
Selain itu, ia menyampaikan rasa apresiasinya kepada desa dan kelurahan yang meraih penghargaan dalam acara Temu Karya Nasional 2024. Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha diberikan kepada kepala daerah yang berhasil mengembangkan desanya, sebagai wujud pengakuan terhadap prestasi desa dan kelurahan.
La Ode mengimbau agar kepala desa yang meraih penghargaan tidak hanya berbangga diri, tetapi juga mengajak masyarakat untuk merayakan dan berpartisipasi meraih prestasi tersebut. "Desa yang berprestasi adalah desa yang masyarakatnya sejahtera dan bahagia," jelasnya.
TKN juga diharapkan menjadi forum untuk bertukar ilmu dan berbagi praktik terbaik antara desa dan kelurahan dari seluruh Indonesia. Melalui ajang ini, diharapkan kepala desa dan lurah dapat saling belajar dari keberhasilan yang telah dicapai, sehingga mereka dapat mengadopsi inovasi yang bermanfaat di daerah masing-masing.
"Kami berharap desa-desa yang ikut dalam kegiatan ini dapat terus belajar, berinovasi, dan berkembang. Jangan sampai desa-desa yang pernah meraih juara hanya menjadi kenangan. Penting untuk terus memantau dan membina mereka agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan," pungkas La Ode.
Di samping itu, La Ode juga menyampaikan rencananya untuk mengundang para juara lomba desa dan kelurahan dalam merayakan Hari Desa pada tanggal 15 Januari yang akan datang. Dalam acara tersebut, akan dilaksanakan Desa Expo dan Festival yang juga diikuti oleh desa-desa tematik lainnya, seperti desa wisata, desa antikorupsi, dan desa konstitusi.
Perayaan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menyoroti dan merayakan prestasi serta inovasi yang dicapai oleh desa-desa, sekaligus menjadi ajang untuk berbagi pengalaman dan belajar dari praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di masing-masing daerah.
ANTARA
Peran Vital Desa dalam Pelayanan Publik dan Inovasi Masyarakat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







