**Borneonews - Sleman,** Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, kini memperkuat program hilirisasi di sektor pertanian, khususnya pada komoditas cabai. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3 Kabupaten Sleman, Suparmono, menjelaskan bahwa pihaknya mendorong para petani untuk tidak hanya fokus pada pemasaran produk segar. Lebih dari itu, mereka diharapkan untuk mengembangkan inovasi yang dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing hasil pertanian.
Suparmono menekankan bahwa hilirisasi produk pertanian adalah salah satu upaya penting dalam mencapai kesejahteraan petani. Salah satu metode hilirisasi yang sedang ditingkatkan adalah proses pengeringan cabai. Dengan teknologi pengeringan yang tepat, produk hortikultura dapat memiliki daya tahan yang lebih lama dengan kualitas yang tetap terjaga.
"Kami biasanya melihat petani atau pelaku usaha pengolahan hortikultura yang mengandalkan sinar matahari untuk pengeringan. Namun, metode ini memiliki kelemahan, seperti risiko kerusakan akibat hujan, serangan serangga, burung, dan jamur," kata Suparmono.
Untuk membantu para petani, DP3 Sleman memberikan bantuan berupa sistem pengeringan *solar dryer dome* kepada Koperasi Pemasaran Perkumpulan Petani Holtikultura Puncak Merapi (KPPHPM) yang berlokasi di Purwobinangun, Pakem. Sistem ini menggunakan tenaga matahari dan dirancang dalam bentuk bangunan kubah.
"Bantuan pengeringan ini bertujuan agar pelaku olahan hortikultura tidak lagi menghadapi masalah kontaminasi dari debu, air hujan, serta paparan sinar ultraviolet pada produk mereka," lanjut Suparmono.
Solar dryer dome terbuat dari bahan polycarbonate yang dapat bertahan antara 10 hingga 30 tahun, sementara lantainya menggunakan beton atau semen yang menjaga suhu panas tetap merata dan tidak bocor. "Alat ini sangat memudahkan proses pengeringan bagi petani dan pelaku usaha," tambahnya.
Suparmono juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan kebersihan produk yang dihasilkan melalui pengeringan ini. Meskipun pengeringan ini berfungsi sebagai langkah untuk menunda penjualan, meningkatkan nilai jual produk cabai juga menjadi fokus utama.
"Penggunaan solar dryer dome ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, agar petani atau pelaku usaha hortikultura dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi yang dapat bersaing di pasar, bahkan sampai ke luar daerah," tegasnya.
Nanang yang mewakili Koperasi PPHPM, mengaku bahwa pengeringan menggunakan sistem *solar dryer dome* sangat efektif dalam mengeringkan cabai. "Hasilnya adalah cabai kering hingga bagian dalam tanpa adanya jamur. Proses ini juga lebih higienis karena terhindar dari serangga, dan warna cabai tetap merah," jelasnya.
Nanang menambahkan bahwa proses pengeringan dengan sistem ini hanya memerlukan waktu kurang dari tujuh hari, dan tingkat kekeringannya mencapai 90 hingga 100 persen. "Semua hasilnya dimanfaatkan, tanpa ada yang busuk atau terbuang," ujarnya. Namun, ia juga menyampaikan bahwa kapasitas pengeringan saat ini masih terbatas, di mana satu unit dapat menampung 240 kilogram cabai segar per sekali pengeringan dengan 24 tray, masing-masing mampu menampung 10 kilogram cabai basah.
ANTARA
DP3 Sleman Tingkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Solar Dryer Dome
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







