SEMARANG –
**Borneonews - Kudus**, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, yang terletak di Jawa Tengah, memberikan laporan mengenai dampak positif yang dihasilkan oleh Bendungan Logung. Bendungan ini telah berfungsi sebagai sumber penyediaan air irigasi yang signifikan, sehingga luas lahan yang dapat dialiri untuk pertumbuhan tanaman padi meningkat menjadi sekitar 5.000 hektare. Sebelum adanya Bendungan Logung, areal tanam yang dapat dimanfaatkan untuk padi hanya mencapai 3.000 hektare. Menurut Agus Setiawan, selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, perubahan positif ini sangat dirasakan oleh para petani. Mereka kini memiliki akses yang lebih baik terhadap pasokan air irigasi yang sebelumnya terbatas, sehingga lahan yang tidak memungkinkan untuk ditanami padi kini dapat diolah. Lahan seluas 5.000 hektare tersebut tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Mejobo dan Jekulo. Dari total tersebut, beberapa lahan merupakan area yang sebelumnya ada dan sebagian lagi adalah lahan baru yang kini dapat dimanfaatkan berkat tersedianya saluran irigasi yang dibangun. Penting untuk dicatat bahwa keberadaan Bendungan Logung tidak hanya meningkatkan jumlah lahan sawah yang dapat digunakan. Produktivitas pertanian juga mengalami lonjakan, di mana para petani kini dapat melakukan penanaman padi hingga tiga kali dalam satu musim tanam. Selama ini, mereka hanya mampu menanam dua kali, sedangkan untuk musim tanam ketiga, umumnya mengusahakan tanaman palawija. Data menunjukkan bahwa sebelum terdapatnya pasokan air yang memadai, luas areal tanam pada tahun 2021 hanya tercatat di angka 3.000 hektare. Namun, dengan adanya irigasi yang lebih baik, lahan tersebut kini dapat dikembangkan lebih lanjut. Keberadaan Bendungan Logung juga berkontribusi pada sektor lain. Air yang disuplai dari bendungan ini dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus. Air baku yang diperoleh diperkirakan mencapai 200 liter per detik. Hal ini berpotensi menambah pelanggan baru hingga 12.000 sambungan rumah, yang tentunya akan sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat setempat. ANTARA