JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan yang dilakukan secara terpusat oleh pemerintah dapat memfasilitasi pemerataan distribusi dokter di seluruh Indonesia. Ini sangat penting untuk menjangkau daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga medis. Ketua Pengurus Besar IDI, Mohammad Adib Khumaidi, dalam sebuah diskusi di Antara Heritage Center di Jakarta Pusat, menyampaikan pentingnya sentralisasi dalam pengelolaan SDM. Ia menekankan bahwa negara harus berperan aktif dalam mengelola dan mendistribusikan dokter, agar penempatan tenaga medis dilakukan dengan lebih merata. Adib mengemukakan bahwa jika menganalisis dari segi angka, total dokter yang ada di Indonesia saat ini belum memadai untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Masalah ini menjadi semakin nyata ketika membandingkan distribusi dokter di berbagai wilayah, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Ketika berbicara tentang rasio antara jumlah dokter dengan jumlah penduduk, ia menyoroti wilayah Indonesia timur yang menghadapi tantangan besar. Adib menjelaskan bahwa proporsi dokter di wilayah ini sangat kurang dibandingkan dengan Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, di mana pertumbuhan jumlah dokter tidak sebanding dengan kebutuhan layanan kesehatan. Tingkat ekonomi suatu wilayah dinilai berdampak pada jumlah dokter yang tersedia. Adib menekankan bahwa daerah dengan perekonomian yang lebih maju cenderung memiliki lebih banyak dokter. Oleh karena itu, ia merekomendasikan kepada pemerintah untuk merancang kebijakan strategis dalam pengelolaan SDM kesehatan, perhatian tidak hanya pada kuantitas tetapi juga pada distribusi tenaga medis ke daerah terpencil. “Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak pulau. Oleh sebab itu, dalam membentuk kebijakan strategis terkait pengelolaan SDM kesehatan, kita tidak bisa hanya fokus pada jumlah, tetapi juga harus melibatkan masalah distribusi tenaga medis di seluruh wilayah,” ujar Adib. Lebih lanjut, Adib menyatakan bahwa pengelolaan SDM yang terpusat juga harus memperhatikan kesejahteraan para dokter dan tenaga medis. Hal ini penting untuk menjamin bahwa mereka mendapatkan hak-hak yang pantas, termasuk dalam hal jenjang karir dan kesejahteraan. “Yang terpenting adalah memastikan bahwa dokter dan tenaga medis yang ditempatkan di berbagai wilayah juga mendapatkan hak mereka, serta perhatian terhadap kesejahteraan mereka,” tutup Adib. ANTARA