JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pasar Induk Kramat Jati akan segera memiliki fasilitas pengolahan sampah berkonsep *reduce, reuse, recycle* yang dikenal dengan sebutan TPS 3R. Pembangunan tempat tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Penjabat Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Heru menjelaskan bahwa nantinya, sampah yang dihasilkan akan diproses menjadi bahan bakar padat agar dapat digunakan sebagai pengganti parsial *co-firing* batubara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN. Dia mencatat, Pasar Kramat Jati setiap harinya menghasilkan hingga 100 ton sampah, yang selanjutnya akan diolah menjadi bahan bakar alternatif melalui TPS 3R yang akan dibangun. Langkah ini diambil sebagai salah satu solusi untuk menangani permasalahan sampah yang terus berkembang di Jakarta. Oleh karena itu, Heru berharap agar semua pihak, khususnya para pedagang di pasar, turut serta dalam merawat dan menjaga TPS 3R tersebut agar fungsinya dapat berjalan dengan baik. Menurut Heru, apabila TPS 3R telah terbangun, diharapkan pengelolaan sampah di Kramat Jati dapat lebih teratur. Dia optimis bahwa tempat ini akan menjadi model bagi pasar lainnya dengan fasilitas pengolahan sampah yang komprehensif. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto, menambahkan bahwa Perumda Pasar Jaya merupakan salah satu perusahaan milik pemerintah daerah yang mengelola sekitar 153 pasar yang ada di Jakarta. Setiap harinya, seluruh pasar tersebut menghasilkan sekitar 500 ton sampah, yang berkontribusi sekitar 6,5 persen dari total sampah Jakarta yang mencapai 7.700 ton per hari. Dari total tersebut, Pasar Induk Kramat Jati menyumbang 100 ton sampah setiap hari. Agus menjelaskan bahwa proyek pembangunan TPS 3R ini dilaksanakan sesuai dengan arahan Gubernur dan pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup Jakarta. Pembangunan ini dimaksudkan untuk menghadirkan pengolahan sampah mandiri yang lebih modern dan efisien. TPS 3R akan didirikan di atas lahan seluas sekitar 3.800 meter persegi yang merupakan milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi Jakarta. Proyek ini diperkirakan memerlukan investasi sekitar Rp70 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan, pembangunan TPS 3R dapat selesai pada awal bulan Juli 2025 dengan kapasitas pengolahan sampah sebanyak 100 hingga 120 ton per hari. Agus menyampaikan bahwa pengolahan akan menggunakan sistem bahan bakar padat jumputan. Selama operasional, masyarakat sekitar juga akan diberdayakan dalam hal penyerapan tenaga kerja. TPS 3R ini juga akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti mushola, posyandu, dan balai warga untuk digunakan oleh masyarakat sekitar. Sebagai langkah tambahan, akan dibuat sumur resapan sebanyak 25 titik untuk mencegah genangan air, dengan enam titik sudah direalisasikan saat acara peletakan batu pertama. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan bahwa telah dibangun tujuh TPS 3R pada tahun 2023 dan berencana untuk membangun empat unit tambahan pada tahun 2024. ANTARA