JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengibaratkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebagai sosok *Sinterklas* yang telah menghibahkan Barang Milik Negara (BMN) dengan total nilai mencapai Rp374,66 triliun. Hibah ini diberikan kepada berbagai entitas, termasuk pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, yayasan, masyarakat, serta pihak-pihak lainnya selama sepuluh tahun terakhir. Dalam acara Serah Terima BMN Kementerian PUPR yang berlangsung di Jakarta, Sri Mulyani menekankan bahwa kontribusi Menteri Basuki dalam mendistribusikan BMN tersebut sangat signifikan. "Selama 10 tahun ini, Menteri PUPR telah membagikan BMN senilai Rp374,6 triliun," ungkapnya. Sri Mulyani menjelaskan bahwa penyerahan BMN kepada berbagai pihak adalah cermin dari pengelolaan uang rakyat yang dilakukan oleh negara, yang tujuannya adalah untuk kembali memberikan manfaat kepada masyarakat. BMN yang diserahkan oleh Kementerian PUPR meliputi berbagai fasilitas seperti asrama untuk lembaga pendidikan, embung sebagai sumber air, jembatan, bendungan, dan berbagai infrastruktur lainnya. "Harta yang kita miliki kini diubah menjadi barang yang berkualitas dan dihadirkan untuk kepentingan berbagai kelompok. Ini mencakup lembaga pendidikan, masyarakat, pemerintah daerah, hingga desa, dan juga kementerian serta lembaga lainnya," jelas Sri Mulyani. Dalam prosesi serah terima yang dilaksanakan pada hari Kamis tersebut, Kementerian PUPR menyerahkan BMN senilai Rp19,26 triliun. Dari total tersebut, sekitar Rp5,8 triliun dialokasikan untuk kementerian dan lembaga, sedangkan Rp13,36 triliun dialokasikan kepada pemerintah daerah, yayasan, perguruan tinggi, desa, dan pihak-pihak lain. Sri Mulyani juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. "Ini adalah contoh bagaimana pengelolaan keuangan negara yang baik seharusnya dilakukan. Saya berharap ini menjadi standar bagi Indonesia untuk terus menjaga tata kelola yang baik, akuntabel, dan transparan," tambahnya. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal Fattah, menjelaskan bahwa BMN yang diserahkan mencakup berbagai aset, antara lain radar cuaca beserta peralatannya, jalan nasional, jembatan gantung, jaringan sumber air minum, fasilitas rehabilitasi sekolah, pasar, lokasi wisata, pos lintas batas, pemukiman, serta rumah susun dan lainnya. "APBN yang kami wujudkan melalui infrastruktur ini menunjukkan komitmen kami untuk mempercepat penyerahannya. Kami melakukannya tidak hanya karena periode kabinet kami akan berakhir, tetapi juga sebagai bagian dari upaya konsisten setiap tahun untuk memastikan bahwa apa yang kami bangun dapat bermanfaat secara maksimal bagi penerima BMN tersebut," pungkas Zainal Fattah. ANTARA