JAKARTA –
**Borneonews - Washington**, Amerika Serikat (AS) pada Rabu mengeluarkan seruan kepada Israel untuk segera menangani "kondisi yang sangat buruk" di wilayah Gaza. Peringatan ini diungkapkan oleh Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan yang membahas situasi di daerah tersebut. Dalam pidatonya, Thomas-Greenfield menekankan perlunya upaya yang signifikan untuk "meringankan krisis kemanusiaan yang nyata di depan mata kita." Selain itu, dia juga meminta agar terdapat upaya untuk mencapai kesepakatan mengenai pembebasan sandera serta penerapan gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas. Thomas-Greenfield menyatakan, "Mari kita perjelas: kondisinya sangat mengkhawatirkan dan akan semakin parah jika tindakan tambahan tidak segera diambil." Dia menekankan bahwa bantuan kemanusiaan harus dapat mengalir melalui berbagai penyeberangan perbatasan untuk membantu warga Palestina yang tengah membutuhkan. Dia juga menunjukkan keprihatinan atas situasi di Gaza utara, terutama setelah Israel mengumumkan perintah evakuasi baru untuk beberapa komunitas di sana. "Kami sangat khawatir bahwa warga sipil Palestina tidak memiliki tempat yang aman untuk berlindung," tambahnya. Di sisi lain, sudah ada laporan yang menyedihkan mengenai kondisi di daerah kemanusiaan di Gaza selatan dan tengah, di mana lebih dari 1,5 juta warga sipil terpaksa mengungsi. Thomas-Greenfield menegaskan, "Kondisi mengerikan ini telah diprediksi beberapa bulan lalu, namun hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai. Ini harus diatasi segera. Kami meminta Israel untuk mengambil langkah-langkah mendesak terkait hal ini." Dia juga berharap agar Israel memberikan kesempatan kepada warga sipil Palestina, termasuk mereka yang dievakuasi dari utara, untuk kembali dan membangun kembali komunitas mereka. Sejak serangan dari kelompok Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, Israel terus melanjutkan serangan di Jalur Gaza, meskipun telah ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata. Berdasarkan data otoritas kesehatan setempat, lebih dari 42 ribu orang, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, telah kehilangan nyawa mereka, dengan lebih dari 97.700 orang lainnya mengalami luka-luka akibat konflik ini. Serangan Israel juga telah memaksa hampir seluruh penduduk Jalur Gaza untuk mengungsi. Akibat blokade yang berlangsung, terjadi kelangkaan serius akan bahan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Kini, Israel dihadapkan pada kasus genosida di Mahkamah Internasional terkait tindakan mereka di Gaza. ANTARA