**Borneonews - Mataram**, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat sedang mengupayakan peningkatan kerja sama dalam rangka menggali potensi pendapatan daerah melalui layanan pengangkutan sampah di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Persampahan DLH, Vidi Partisan Yuris Gamanjaya, dalam keterangannya pada hari Kamis menjelaskan bahwa kerja sama dalam penanganan sampah ini ditawarkan kepada berbagai pihak, baik lembaga pemerintah maupun swasta. Dia menyebutkan, Kami menawarkan layanan pengangkutan sampah, contohnya kepada instansi yang biasanya langsung membuang limbahnya ke tempat pembuangan akhir (*TPA*).
Salah satu contoh kerja sama yang telah terjalin adalah dengan Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Melalui perjanjian kerja sama ini, rumah sakit tersebut membayar biaya pengangkutan sampah yang mencapai Rp8 juta setiap bulannya. Selain itu, terdapat beberapa pihak swasta yang juga bekerja sama dengan pembayaran sekitar Rp140.000 per bulan.
Vidi menegaskan, Sekecil apapun potensi itu selama dapat memberikan kontribusi ke kas daerah, kami siap untuk melayani. Dengan membuka peluang kerja sama dalam penanganan sampah ini, diharapkan dapat meningkatkan realisasi retribusi sampah untuk tahun 2024 yang ditargetkan mencapai Rp10 miliar.
Hingga saat ini, realisasi retribusi sampah baru sekitar Rp3 miliar. Vidi menyebutkan, capaian tersebut masih jauh dari target yang telah ditetapkan. Namun, perlu dicatat bahwa angka tersebut belum termasuk retribusi dari sampah yang dititipkan melalui pelanggan PT Air Minum Giri Menang. Biasanya, PTAM akan membayarkan retribusi ini di akhir tahun. Jumlah persisnya belum kami ketahui, tetapi kami optimis bisa memenuhi target yang ditetapkan, ujarnya.
Lebih lanjut, Vidi menjelaskan bahwa melalui kerja sama ini, DLH tidak hanya mendapatkan sumber baru retribusi daerah, tetapi juga memperoleh sampah yang memiliki nilai ekonomis. Sebelum sampah dibawa ke tempat pembuangan akhir, sampah tersebut terlebih dahulu akan dipilah di tempat pengolahan sampah terpadu (*TPST*).
Sampah organik akan kami olah menjadi pakan maggot dan kompos, sementara sampah plastik akan diolah menjadi batako. Ini juga memberikan nilai tambah bagi kami, tutupnya.
ANTARA
DLH Mataram Optimalkan Kerja Sama untuk Pendapatan dari Sampah
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Memahami El Nino: Mengapa Suhu Laut Pasifik Memanas, tetapi Indonesia Bisa Mengalami Kekeringan?
Bupati Lamandau Soroti Pencegahan Karhutla dan Tanggung Jawab Perusahaan saat Tinjau Eks Konsesi Grace dan PWN
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan PJJ di Tengah Kabut Asap
Ini 2 Lokasi Depot Air Gratis di MB Ketapang Sampit
Oli Berceceran di Bundaran Besar Jalan Pemuda Kapuas
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Komentar (0)
Memuat komentar…







