**Borneonews - Jakarta**, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, baru-baru ini mengungkapkan pentingnya terobosan dalam peningkatan lifting minyak serta pengembangan energi ramah lingkungan (*green energy*). Langkah-langkah tersebut dinilai krusial untuk mendukung kedaulatan energi nasional.
Bahlil menjelaskan bahwa ke depan, salah satu fokus utama dari program presiden terpilih, Prabowo Subianto, adalah penguatan kedaulatan energi. Saat ini, Indonesia mengalami penurunan lifting minyak, di mana konsumsi minyak mencapai 1,6 juta barel per hari sementara lifting hanya tercatat 600 ribu barel per hari. Oleh karena itu, diperlukan inovasi serta upaya untuk meningkatkan lifting guna memenuhi kebutuhan energi nasional.
Indonesia saat ini menghadapi tantangan dalam sektor minyak, termasuk ketergantungan pada impor gas. "Ini adalah masalah yang mesti kita selesaikan secara kolektif. Kita perlu memastikan bahwa sektor energi dapat beroperasi secara berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan. Selain itu, sektor energi semestinya mampu memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Bahlil.
Penerapan *green energy* juga diidentifikasi sebagai aspek kunci dalam mendukung kedaulatan energi, serta untuk mewujudkan komitmen menuju *net zero emission*. "Dalam konteks *green energy*, hilirisasi merupakan salah satu instrumen yang perlu kita lakukan. Saat ini, kita sedang mencari formulasi peraturan yang betul-betul sejalan dengan program yang dapat mewujudkan hal tersebut," tambahnya.
Kementerian ESDM beroperasi dengan membawa amanah yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam Pasal 33. Dalam kerangka tersebut, Kementerian ESDM mengalami transformasi yang signifikan. Bahlil menekankan pentingnya kerja keras dan komitmen kementerian dalam mengatasi tantangan yang berkaitan dengan *green energy* serta lingkungan yang lebih sehat.
"Kita semua menyadari bahwa perubahan iklim adalah ancaman yang sudah ada di depan mata. Komitmen menuju *net zero emission* dan transisi energi harus segera kita laksanakan," tegas Bahlil.
Menyikapi hal tersebut, presiden terpilih, Prabowo Subianto, selalu menampilkan berbagai gagasan dan program esensial yang mencakup kedaulatan energi. "Hilirisasi adalah salah satu faktor penting. Kita akan melaksanakan perintah dari Bapak Presiden, baik yang sekarang maupun di masa mendatang," pungkas Bahlil.
ANTARA
Terobosan Lifting Minyak dan Pengembangan Energi Ramah Lingkungan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







