BANDUNG –
**Borneonews - Kabupaten Bandung**, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) berkomitmen untuk memanfaatkan Stadion Pangelangan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai pusat pelatihan atletik nasional. Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi di kancah olahraga. Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan bahwa daerah Jawa Barat memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet berkelas internasional. Ia menegaskan, “Tidak ada alasan untuk tidak melahirkan atlet berprestasi. Ini adalah mimpi saya.” Dalam momen peresmian pusat pelatihan atletik nasional yang berlangsung pada hari Kamis, Luhut mengungkapkan bahwa perencanaan pembangunan fasilitas ini telah dilakukan sejak tiga tahun lalu dengan dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo. Pusat pelatihan yang memiliki luas 10 hektare ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung pelatihan atlet. Di dalamnya terdapat lintasan lari serta asrama yang mampu menampung 92 atlet nasional, pusat kebugaran, ruang ganti, ruang kelas, hingga area parkir yang luas. “Di sini, para atlet akan dapat berlatih dengan baik. Dengan adanya asrama yang memadai, mereka tidak akan lagi terganggu seperti yang terjadi di Stadion Madya, Jakarta,” ungkapnya. Luhut berharap bahwa dengan keberadaan fasilitas yang optimal dari PB PASI, para atlet akan mampu menorehkan prestasi yang mencolok dalam waktu satu tahun ke depan. Ia menggarisbawahi bahwa lokasi pelatihan yang berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut sangat ideal untuk meningkatkan kebugaran atlet dan mendukung pencapaian rekor baru, baik di tingkat nasional maupun ASEAN. “Dengan pusat pelatihan atletik yang ada di Pangelangan, kami berharap dapat memecahkan rekor, tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga di tingkat ASEAN,” tuturnya. Fasilitas yang ada di pusat pelatihan di Pangelangan ini direncanakan untuk menampung hingga 100 atlet. Sarana dan prasarana yang disediakan mencakup lintasan lari dengan 8 jalur, lintasan sprint 100 meter, lompat jauh, lompat jangkit, hasta lembing, steeplech, lempar cakram, lintang martil, lompat galah, tolak peluru, lompat tinggi, serta area untuk hill run dan tribun untuk penonton. Semua ini diharapkan dapat mendukung pengembangan bakat atletik Indonesia secara lebih optimal. ANTARA