JAKARTA –
**Borneonews - Vientiane, Laos** Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin, telah memaparkan tiga sektor kerja sama yang dapat dijadikan fokus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN dan Jepang. Dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN-Jepang yang berlangsung di Vientiane, Laos, beliau menegaskan bahwa kemitraan yang telah terjalin antara ASEAN dan Jepang berkontribusi signifikan terhadap perdamaian dan stabilisasi di kawasan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ma'ruf Amin menjelaskan, untuk mengarahkan kemitraan ini ke masa depan, terdapat tiga area kerja sama yang perlu difokuskan. Pertama adalah promosi ekonomi hijau. Dalam hal ini, beliau menegaskan kebutuhan akan dukungan Jepang untuk mempercepat transisi energi di kawasan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pembiayaan yang inovatif serta transfer teknologi yang ramah lingkungan dan rendah karbon. Selanjutnya, dilaksanakan pertemuan tingkat tinggi kedua, yaitu KTT Komunitas Emisi Nol Asia ASEAN, yang semakin memperkuat kolaborasi untuk transisi energi di kawasan. Sektor kerja sama kedua yang diusulkan adalah percepatan transformasi ekonomi digital. Wakil Presiden menekankan pentingnya pemanfaatan potensi besar dalam ekonomi digital, di mana dukungan Jepang terhadap perjanjian ekonomi digital ASEAN, atau *Digital Economy Framework Agreement (DEFA)*, sangat dibutuhkan. Ma'ruf Amin menambahkan bahwa kemitraan antara ASEAN dan Jepang harus dapat memperkuat keterampilan masyarakat serta integrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam ekosistem digital. Selain itu, ada juga peluang untuk meningkatkan kerja sama di bidang teknologi masa depan, seperti *artificial intelligence* dan penerapan konsep masyarakat 5.0. Dalam penutupan sambutannya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengapresiasi dukungan Jepang terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (*AOIP*). Beliau mengharapkan kementerian yang mengurus hubungan ASEAN-Jepang dapat berperan sebagai penggerak bagi stabilitas dan perdamaian di kawasan, serta menerapkan hukum internasional secara konsisten. Sebagai nota akhir, Ma'ruf Amin, yang berbicara atas nama Indonesia, berharap agar Jepang dapat mempertimbangkan pengakuan terhadap Palestina. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan perdamaian serta mencapai solusi dua negara. ANTARA