**Borneonews - Painan, Sumbar**, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan di Sumatera Barat telah menyelesaikan pembangunan jembatan yang menghubungkan Nagari Lubuk Betung dan Kudo-Kudo. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, terutama dalam mengangkut hasil pertanian ke pusat kecamatan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesisir Selatan, Fahrezi Eka Siska, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan respon atas permintaan yang telah lama disampaikan oleh masyarakat kedua nagari. Sebelumnya, mereka menghadapi kesulitan dalam mengakses jalur transportasi yang aman untuk membawa produk pertanian mereka.
Sebelum adanya jembatan, warga Lubuk Betung dan Kudo-Kudo harus menyeberangi sungai menggunakan rakit darurat yang terbuat dari ban mobil. Metode ini jelas memiliki risiko tinggi, terutama ketika debit air sungai meningkat, yang sering kali membuat mereka tidak dapat mengangkut hasil pertanian untuk dijual. Akibatnya, mereka terpaksa menunggu hingga cuaca membaik, yang mengakibatkan produk pertanian menjadi kurang kompetitif di pasar.
Dengan hadirnya jembatan baru, masyarakat kini menikmati akses yang lebih baik. Jembatan yang dibangun memiliki panjang 78 meter dan lebar 1,6 meter, serta dapat mendukung aktivitas pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Konstruksi yang kuat ini juga akan memudahkan pengangkutan hasil pertanian dari desa menuju pusat kecamatan. Pembangunan jembatan tersebut menggunakan anggaran dari APBD Pesisir Selatan tahun 2024 dengan total biaya sebesar Rp2,1 miliar.
Fahrezi juga mengakui tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam memenuhi semua permintaan pembangunan dari masyarakat. Untuk itu, pemerintah harus menetapkan skala prioritas mengingat wilayah Kabupaten Pesisir Selatan membentang sepanjang 264 kilometer dari utara ke selatan dan memiliki keterbatasan anggaran.
Dalam upaya mendukung visi dan misi kepala daerah yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), fokus pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan selama 3,5 tahun terakhir bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan serta mendukung sektor pariwisata, guna mempercepat pembangunan daerah.
Eka menambahkan bahwa dengan adanya akses yang lebih lancar, diharapkan perputaran ekonomi akan semakin meningkat. Ia menekankan bahwa semua kebutuhan masyarakat adalah prioritas, namun kondisi yang paling mendesak harus diutamakan.
Salah satu tokoh pemuda setempat, Hendra (39), menyambut baik kehadiran jembatan tersebut sebagai harapan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat. Sebelumnya, mereka mengalami kesulitan dan merasa terisolasi karena akses transportasi yang minim.
Kini, dengan jembatan baru, masyarakat tidak lagi terbebani oleh biaya transportasi yang tinggi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Mereka juga memiliki akses yang lebih dekat ke jalan nasional. Dengan lancarnya pengangkutan hasil panen, harga komoditas dari petani menjadi lebih kompetitif, sehingga produk mereka dapat bersaing di pasar dengan lebih baik.
Akses yang lebih baik juga memudahkan masyarakat untuk menjangkau fasilitas umum lainnya, termasuk pelayanan kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan. Hendra menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan atas upaya ini, yang dinilainya sangat berdampak positif bagi kehidupan masyarakat.
ANTARA
Pembangunan Jembatan Baru di Pesisir Selatan Tingkatkan Mobilitas Masyarakat
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Indonesia Lampaui Target Emas Asian Para Games 2026
Rian/Daniel ke Final Kudus Indonesia Masters Usai Menang Tiga Gim
Komentar (0)
Memuat komentar…







