JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, M Herindra, telah membuka Rapat Pleno Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) untuk tahun 2024. Rapat tersebut mengangkat tema kemandirian industri pertahanan dalam negeri sebagai fokus utama. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, M Herindra menyampaikan bahwa kemandirian industri pertahanan merupakan implementasi dari visi dan misi pertahanan negara. Dia menekankan pentingnya kemampuan untuk mengidentifikasi peluang, menghadapi tantangan, dan menjalin kerja sama guna meraih target besar, yaitu terciptanya kemandirian dalam industri pertahanan Indonesia. "Saya optimis bahwa upaya yang kita lakukan akan berkontribusi signifikan terhadap kemajuan pertahanan nasional serta meningkatkan daya saing industri pertahanan Indonesia di panggung global," tutur Wamenhan. Kemandirian dalam industri pertahanan, lanjutnya, merupakan tujuan utama dari kebijakan yang ada. Herindra menggarisbawahi bahwa pembangunan industri pertahanan tidak dapat terwujud tanpa keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang kuat dan koordinasi antara pihak-pihak terkait sangat dibutuhkan dalam proses pengembangan serta pembangunan industri pertahanan, yang harus diintegrasikan dalam rencana pembangunan nasional. Dalam sidang yang sama, M Herindra juga mengingatkan para peserta mengenai pentingnya membeli produk alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang diproduksi dalam negeri, meskipun harga barang tersebut cenderung lebih tinggi dibandingkan produk impor. Ia memberikan contoh mengenai keputusan untuk mengakuisisi kendaraan taktis buatan Pindad, yaitu Maung. Menurutnya, meskipun ada opsi kendaraan taktis impor yang lebih murah, TNI tetap memprioritaskan pembelian produk lokal ini. Herindra menekankan, "Maung mungkin harganya lebih tinggi dan belum sepenuhnya sempurna, namun saya mendorong TNI untuk menggunakannya. Jangan bandingkan dengan mobil-mobil impor yang sudah *developed* dan maju." Ia meyakini bahwa dukungan terhadap produk alutsista lokal adalah elemen kunci dalam membangun kemandirian industri pertahanan. Lebih jauh, ia menambahkan bahwa pihak pengguna alat tersebut diminta untuk tidak terlalu kritis terhadap produk dalam negeri. "Kami terus sampaikan kepada pengguna untuk jangan mencela. Gunakan dulu, jika ada kekurangan, kami akan perbaiki," katanya. Rapat Pleno KKIP 2024 yang dipimpin oleh M Herindra juga dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Kepala Tim Pelaksana KKIP Letjen TNI (Purn) Dr Yoedhi Swastanto, serta perwakilan dari industri termasuk Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Mabes TNI seperti Inspektur Jenderal TNI Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra, serta Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Irvansyah. Dalam acara tersebut turut hadir perwakilan dari Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantannas). ANTARA