**Borneonews - Jakarta**, PT Produksi Film Negara (PFN) berkolaborasi dengan Koperasi Jasa Multi Pihak (KMP) Arya Dhana Wisesa dalam upaya memaksimalkan potensi industri kreatif di Indonesia. Kerja sama ini melibatkan penggunaan teknologi *blockchain* dan *Non-Fungible Token* (NFT).
Sebagai lembaga usaha milik negara yang fokus pada sektor perfilman, PFN membawa pengalaman serta aset berharga, termasuk hak kekayaan intelektual dari beragam karya film klasik Indonesia. Salah satu film ikonik yang menjadi perhatian dalam kolaborasi ini adalah *Kereta Api Terakhir*, sebuah film kolosal yang diproduksi pada tahun 1981. Film tersebut mengisahkan perjuangan dalam merebut kemerdekaan Indonesia, seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama PFN, Dwi Heriyanto B, di Jakarta.
Dwi Heriyanto menambahkan bahwa kerja sama ini memberikan solusi untuk melindungi dan mengoptimalkan hak cipta dari film-film klasik. Teknologi yang diterapkan akan memungkinkan pencatatan kepemilikan yang transparan dan tidak bisa dimanipulasi. Sementara itu, NFT akan membuka peluang baru untuk monetisasi, misalnya melalui penjualan edisi terbatas poster film dalam format digital atau akses eksklusif ke konten di balik layar.
Di sisi lain, KMP Arya Dhana Wisesa akan memberikan kontribusi dengan keahlian teknis dalam pengembangan platform digital dan penerapan teknologi *blockchain*. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas cakrawala bagi pertumbuhan koperasi di tengah era digital, serta menciptakan peluang bisnis baru. Misalnya, dalam hal tokenisasi aset digital dan penyediaan pasar NFT, yang berpotensi meningkatkan pendapatan serta partisipasi anggota koperasi.
Mendekati peluncuran, proyek yang direncanakan adalah Punggung Digital Utility NFT (PUN). Proyek ini akan menghadirkan poster film *Kereta Api Terakhir* yang menggabungkan elemen fisik dan digital. Pemilik NFT tidak hanya akan memiliki poster digital yang unik, tetapi juga mendapatkan poster fisik serta berbagai manfaat lain, termasuk akses ke konten di balik layar dan merchandise terkait film.
Kolaborasi antara PFN dan KMP Arya Dhana Wisesa diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi koperasi lainnya di Indonesia. Dengan demikian, koperasi diharapkan dapat mengadopsi teknologi *blockchain* dan NFT dalam operasional mereka. Hal ini diharapkan dapat menjaga relevansi koperasi serta menjadikannya pionir dalam era ekonomi digital, sembari tetap berkomitmen pada prinsip kesejahteraan anggota masyarakat.
ANTARA
PFN dan KMP Arya Dhana Wisesa Optimalkan Industri Kreatif dengan NFT
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Flick Lawan Mourinho Serasa Superman vs Batman
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Komentar (0)
Memuat komentar…







