JAKARTA –
**Borneonews - Semarang**, Menteri Sosial Saifullah Yusuf melakukan kunjungan ke kelompok masyarakat (pokmas) yang berperan sebagai penyedia makanan bagi lansia di Desa Karanganyar, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada hari Kamis. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberlangsungan program permakanan bagi kalangan lanjut usia di daerah tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sosial ikut serta dalam proses memasak dengan membantu petugas menyiapkan bahan makanan. Ia tidak hanya memotong sayuran, tetapi juga mencicipi langsung masakan yang dihasilkan. Hal ini menunjukkan keterlibatan langsung pemerintah dalam memperhatikan kondisi dan kebutuhan para lansia. Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Ipul, menekankan pentingnya program permakanan ini. Ia menjelaskan bahwa manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh para lansia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. "Melalui program ini, para lansia mendapatkan bantuan, dan ekonomi di daerah pun dapat berkembang," ujarnya. Sugianti, ketua Pokmas Lansia Tunggal Berlian Desa Karanganyar, mengungkapkan bahwa kelompok tersebut dibentuk pada tahun 2022 dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi 43 lansia. Dalam satu bulan, total biaya yang digunakan mencapai sekitar Rp43 juta. Kelompok ini terdiri dari tiga orang pengurus, satu pelaksana masakan, dan dua kurir yang mengantarkan makanan. Makanan yang disajikan bervariasi, di mana pada hari pertama, misalnya, menu yang tersedia mencakup nasi, ayam goreng, sayur wortel dan sawi, sambal, buah melon, serta air mineral. Kegiatan ini dirancang agar senantiasa menyediakan variasi menu yang menggugah selera dan memenuhi nutrisi. Kementerian Sosial mengalokasikan biaya yang cukup memadai untuk mendukung program permakanan ini. Biaya yang diberikan sebesar Rp30.000 per hari untuk setiap penerima manfaat, yang mencakup dua kali makan, yaitu untuk sarapan dan makan siang. Selain itu, terdapat ongkos kirim sebesar Rp2.000 per penerima untuk memastikan makanan diterima tepat waktu di rumah masing-masing. Pokmas juga diberikan dana operasional sebesar Rp500.000 per bulan, yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional harian. Semua komponen biaya ini dirancang untuk memastikan program berjalan dengan efisien dan berkelanjutan. Menu yang disajikan oleh Pokmas Lansia Tunggal Berlian telah memenuhi standar gizi sebagaimana ditentukan oleh para nutrisionis dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tuntang. Hal ini menunjukkan komitmen kelompok dalam menyediakan makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga sehat bagi para lansia. ANTARA