**Borneonews - Tanjungpinang**, Dalam upaya menanggulangi masalah stunting, dosen-dosen dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, telah melaksanakan pelatihan kepada kader posyandu mengenai pengolahan pangan lokal. Pelatihan ini berlangsung di Kelurahan Kampung Bugis dan merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang diprakarsai oleh pihak Poltekkes.
Menurut Rahmadona, dosen Poltekkes sekaligus Ketua Program Pengabdian Masyarakat, pelatihan ini bertujuan untuk mengatasi tantangan stunting yang masih relevan di daerah tersebut. Ia menekankan pentingnya memaksimalkan potensi bahan pangan lokal, terutama ikan, yang dapat diolah menjadi makanan bergizi tinggi, guna membantu mencegah stunting pada anak-anak.
Stunting dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, termasuk rendahnya konsumsi makanan yang kaya protein, serta rendahnya tingkat *hygiene* dan sanitasi. Oleh karena itu, pelatihan yang diberikan mengadopsi dua pendekatan utama. Pertama adalah peningkatan kemampuan dalam pengolahan bahan pangan lokal agar makanan yang dihasilkan tetap bergizi dan aman dikonsumsi. Kedua, memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga *hygiene* dan sanitasi di dapur, khususnya saat mengolah ikan sebagai sumber pangan.
Diharapkan, melalui pendekatan ini, angka stunting di Kampung Bugis dapat ditekan secara signifikan. Rahmadona menambahkan bahwa salah satu tantangan utama di kawasan ini adalah kurangnya pemanfaatan pangan lokal yang sesungguhnya kaya akan protein seperti ikan.
Ia berharap kader posyandu setempat dapat memainkan peran kunci dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengolahan yang benar, sehingga nilai gizi dari ikan dapat dimaksimalkan untuk mencegah stunting. Dalam sesi kegiatan, Rahmadona dan tim memperlihatkan cara pengolahan pangan lokal melalui demonstrasi pembuatan dimsum dengan menggunakan ikan bilis, yang disebut Si-Danis.
Ikan bilis, yang dikenal kaya akan zat besi, diolah menjadi dimsum Si-Danis sebagai inovasi dari dosen Poltekkes. Demonstrasi ini bertujuan untuk menunjukkan cara pengolahan yang praktis namun tetap bergizi. Dimsum ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan zat besi bagi ibu hamil, sehingga dapat membantu mencegah anemia, yang merupakan salah satu faktor penyebab stunting.
Inovasi Si-Danis diharapkan menjadi pilihan yang praktis bagi ibu hamil dan anak-anak, memberikan asupan gizi yang diperlukan dengan cara yang mudah dan sesuai dengan selera lokal. Dalam pemilihan bahan, ikan bilis diutamakan karena kadar zat besinya yang tinggi.
Selain itu, kegiatan ini juga menyertakan simulasi praktik *hygiene* dan sanitasi dapur. Para kader posyandu dilatih untuk menjaga kebersihan dapur, peralatan memasak, serta bahan pangan selama proses pengolahan guna mengurangi risiko infeksi yang dapat memperburuk masalah kesehatan anak-anak, termasuk stunting.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para kader posyandu dapat menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh kepada masyarakat luas, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya asupan gizi yang seimbang dan penerapan prinsip *hygiene* yang baik dalam pengolahan makanan.
ANTARA
Pelatihan Kader Posyandu tentang Pengolahan Pangan Lokal untuk Cegah Stunting
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapolres Seruyan Tinjau Posko Karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting
Kimi Antonelli Pole Position di GP Amerika Serikat 2026
Cuaca Buruk Batalkan Balapan Moto2 dan Moto3 GP Australia
BMKG: Waspadai Peningkatan Suhu di Siang Hari saat Peralihan Musim
Jangan Nekat Buang Sampah Sembarangan! Kelurahan MB Hilir Siap Tindak Pelanggar
RI-Rusia Jajaki Transfer Teknologi Tingkatkan Pengawasan Obat-makanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







