JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menginformasikan bahwa pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) yang berlokasi di Cikarang kini hampir mencapai tahap akhir secara fisik. Proyek ini diharapkan menjadi fondasi utama infrastruktur digital di Indonesia dan diperkirakan mulai beroperasi pada awal tahun mendatang. Dalam penjelasannya kepada media di Kantor Kementerian Kominfo, Budi menyatakan bahwa kemajuan fisik PDN di Cikarang telah mencapai hampir 90 persen. Meskipun konstruksi fisiknya hampir selesai, Budi menekankan bahwa persiapan untuk pengoperasian akan memerlukan waktu, dengan kemungkinan tercepat dimulainya operasi pada awal tahun depan, asalkan semua aspek fisik siap. Walaupun pembangunan PDN di Cikarang mendekati penyelesaian, Budi juga mengungkapkan bahwa proyek serupa di lokasi lain, seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Batam, masih membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diselesaikan. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh kompleksitas dalam desain dan status *visibility* dari proyek-proyek tersebut. Pusat Data Nasional merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Selain itu, PDN juga bertujuan untuk mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Dengan demikian, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data pemerintahan dan mempermudah penyediaan layanan digital yang lebih baik bagi masyarakat luas. Sebelumnya, Budi turut menyampaikan bahwa PDN yang terdapat di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah menjalani audit oleh pihak independen. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keamanan infrastruktur tersebut terjamin dari berbagai aspek. Pentingnya audit ini adalah untuk memastikan bahwa saat peresmian, PDN Cikarang dapat segera beroperasi tanpa kendala, karena telah melalui proses pemeriksaan yang menyeluruh. Kementerian Kominfo bekerja sama dengan beberapa pihak dalam melakukan audit ini, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Budi Arie juga menyatakan bahwa sinergi dalam ekosistem pusat data di Indonesia menjadi krusial untuk mempercepat laju transformasi digital secara nasional. Ia menegaskan bahwa kerjasama antara pusat data milik pemerintah dan swasta sangat penting. Pusat data tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan data, tetapi juga sebagai platform untuk pengembangan teknologi terkini, seperti *cloud computing*, *artificial intelligence*, dan *blockchain*. Sinergi tersebut akan mendukung pengembangan dan implementasi teknologi yang lebih efektif di era digital ini. ANTARA