**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Asosiasi Dai-Daiyah Indonesia (ADDAI), Dr. Moch. Syarif Hidayatullah, mengajak para pendakwah untuk mengamalkan prinsip *Bhinneka Tunggal Ika* dengan sungguh-sungguh. Ia menegaskan bahwa hal ini penting agar dakwah keagamaan dapat menonjolkan sikap moderasi di tengah masyarakat yang beragam.
Dalam pernyataannya, Syarif menjelaskan bahwa sebagai manusia, kita diciptakan dengan perbedaan. Oleh karena itu, penting untuk saling memahami dan tidak menganggap diri sebagai yang paling benar atau paling berilmu. Perbedaan ini harus diterima sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Syarif meyakini bahwa dengan menerapkan *Bhinneka Tunggal Ika*, masyarakat Indonesia dapat menerima perbedaan dalam sikap, pandangan, gaya hidup, dan cara berpikir. Dalam konteks ini, dakwah keagamaan berperan vital sebagai jembatan moderasi, yang memfasilitasi kerjasama antar individu meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa dakwah harus mampu membawa narasi yang bersifat toleran terhadap beragam perbedaan. Syarif menyebutkan bahwa meskipun ada hal-hal yang harus dipegang teguh berkaitan dengan akidah, pendakwah juga perlu bersikap toleran terhadap perbedaan yang tidak esensial terhadap ajaran agama.
Ia juga menekankan perlunya para penceramah memiliki kedalaman pemahaman dalam ilmu agama. Kualitas materi yang disampaikan dalam dakwah sangat bergantung pada kapasitas dan kompetensi penceramah itu sendiri. Dalam pendapatnya, sangat tidak tepat jika para dai justru memperuncing perbedaan yang ada di antara berbagai kelompok masyarakat.
Syarif menggarisbawahi bahwa para pendakwah seharusnya berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka perlu membantu masyarakat untuk meningkatkan diri dan memahami ajaran agamanya dengan lebih baik. Selain itu, diharapkan para pendakwah juga dapat membuka ruang dialog dengan individu dari kelompok atau bahkan agama yang berbeda.
"Jika dakwah dilakukan dengan ilmu yang mumpuni, baik oleh dai maupun audiens, maka besar kemungkinan untuk terhindar dari sikap intoleransi, radikalisme, atau tindakan yang mendukung terorisme," tutupnya.
ANTARA
Pendakwah Didorong Amalkan Bhinneka Tunggal Ika dalam Dakwah
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







