**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mencatat sejumlah prestasi signifikan yang telah dicapai selama satu dekade pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dalam keterangan resmi yang disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dijelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 5,2 persen. Sektor ekonomi kreatif berkontribusi sebesar Rp1.367 triliun, dan neraca perdagangan mengalami surplus sebesar 11,5 miliar dolar Amerika Serikat.
Dari segi pengembangan wilayah, terdapat peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di wilayah Jawa dan Sulawesi, diiringi dengan penurunan ketimpangan sosial yang ditunjukkan oleh rasio gini yang turun menjadi 0,375. Pembangunan manusia juga mengalami kemajuan, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat mencapai 75,59, sementara rata-rata lama pendidikan berada pada angka 9,03 tahun dengan tingkat pengangguran berkurang menjadi 5,11 persen.
Di sektor infrastruktur, perkembangan yang signifikan terlihat dengan penambahan 6.665 *Broadcast Traffic Systems* (BTS) di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), serta penambahan 2.882 kilometer jalan tol baru. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas aksesibilitas dan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia.
Dari perspektif sosial, terdapat peningkatan pada Indeks Pembangunan Kebudayaan yang mencapai 74,29. Kualitas layanan publik juga menunjukkan angka positif, yaitu sebesar 82,68, sementara Indeks Demokrasi meningkat menjadi 75,51. Semua ini menandakan kemajuan dalam aspek kehidupan masyarakat.
Dari sisi lingkungan hidup, pemerintah berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 637 juta ton, di samping peningkatan kualitas lingkungan yang kini mencapai 68,73. Capaian ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.
Selanjutnya, terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kementerian PPN/Bappenas menegaskan bahwa proyek ini akan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan dan inovasi. Pembangunan ini sejalan dengan pedoman yang terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Suharso menekankan pentingnya RPJPN 2025-2045 sebagai arah dalam navigasi pembangunan Indonesia, dengan tujuan agar semua aktor pembangunan dapat berkolaborasi dan bergerak maju secara terkoordinasi demi mencapai cita-cita bangsa. Dokumen perencanaan yang bersifat jangka panjang ini, yang telah disahkan menjadi Undang-Undang, diharapkan berperan vital dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, RPJPN 2025-2045 akan menjadi fondasi yang kuat untuk pembangunan nasional selama dua dekade ke depan. Bappenas memastikan bahwa rencana pembangunan di dalam RPJPN dan RKP di tahun-tahun mendatang akan selaras dengan kebijakan presiden terpilih, guna menjamin keberlanjutan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
ANTARA
Capaian Pembangunan Indonesia di Era Jokowi Selama Satu Dekade
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







