**Borneonews - Cirebon**, Pemerintah Kabupaten Cirebon, yang terletak di Jawa Barat, telah memulai pembangunan kolam retensi di sejumlah lokasi di bagian timur daerah tersebut. Inisiatif ini diambil untuk mengurangi risiko bencana banjir, terutama saat musim hujan tiba.
Menurut Penjabat Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, salah satu lokasi yang menjadi fokus pembangunan adalah area sekitar Sungai Ciberes, khususnya di kawasan Waled-Asem. Pembangunan kolam retensi ini bertujuan agar air hujan yang turun dapat ditampung terlebih dahulu sebelum membanjiri Bendungan Ambit. Dengan cara ini, diharapkan dapat mengendalikan peningkatan debit air pada Sungai Ciberes sehingga tidak meluap dan membanjiri kawasan permukiman penduduk.
Wahyu juga menjelaskan bahwa hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa ada empat titik potensial di sepanjang aliran Sungai Ciberes yang dapat dijadikan lokasi untuk pembangunan kolam retensi. Kami sedang mengusahakan pembangunan kolam-kolam ini agar dapat menahan aliran air hujan, sehingga air tidak langsung masuk ke sungai atau bendungan, tetapi tertampung terlebih dahulu di kolam yang kami bangun, ungkapnya.
Dalam hal ini, Wahyu meyakinkan bahwa proses pembangunan kolam retensi tersebut dapat dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini, pihaknya, bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, sedang merancang tahap pengerjaan, yang mencakup penentuan lokasi pembangunan dan kedalaman kolam yang diperlukan.
Selain berfungsi untuk mengurangi risiko banjir, kolam retensi ini juga memiliki manfaat tambahan, yaitu dapat digunakan untuk kebutuhan irigasi lahan pertanian. Wahyu menambahkan, pembangunan kolam retensi juga direncanakan di lima titik strategis lainnya dengan maksud untuk optimalisasi pengelolaan debit air.
Pembangunan kolam retensi ini merupakan bagian dari upaya besar yang dilakukan oleh Pemkab Cirebon dalam meningkatkan pengelolaan sumber daya air di wilayahnya. Tidak hanya berfokus pada pembangunan kolam, pemerintah daerah juga berusaha menanam 12 ribu pohon di sepanjang daerah aliran sungai. Penanaman pohon ini bertujuan untuk meningkatkan daya serap air pada saat hujan dan mengurangi dampak erosi yang seringkali memperburuk kondisi banjir.
Sejak Mei 2024, kami juga melaksanakan normalisasi di beberapa sungai, termasuk Sungai Cisanggarung, untuk memperbaiki sistem aliran sungai yang ada, tuturnya. Di samping itu, pihaknya juga telah memperkuat tanggul-tanggul yang mengalami kerusakan akibat banjir sebelumnya.
Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan bahwa di wilayah Pabedilan dan Losari, terdapat sembilan desa yang telah menjadi prioritas untuk peninggian tanggul guna menghadapi potensi banjir. Proses pengerjaan tanggul tersebut direncanakan akan dimulai pada Januari 2025.
Dengan serangkaian langkah dan program mitigasi tersebut, Wahyu optimis bahwa pembangunan kolam retensi dan langkah-langkah penanggulangan lainnya akan efektif dalam meminimalisir risiko banjir di wilayah timur Kabupaten Cirebon. "Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman banjir, terutama mengingat musim hujan yang akan datang," imbuhnya.
ANTARA
Pemkab Cirebon Bangun Kolam Retensi untuk Mitigasi Banjir
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Komentar (0)
Memuat komentar…







