SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Atlet para balap sepeda asal Jawa Barat, Raden Muhammad Fathurahmat, mengejutkan banyak pihak dengan keberhasilannya meraih medali emas di ajang *Track Individual Pursuit* IP 4000 M (MB) Finals. Hal ini menjadi pencapaian yang tak terduga mengingat sebelum terjun ke dunia balap sepeda, ia terlebih dahulu menekuni cabang olahraga catur. Dalam sebuah wawancara yang berlangsung di Solo, Jawa Tengah, pada hari Kamis, Fathurahmat menjelaskan bahwa ini adalah pertama kalinya ia mengikuti kompetisi para balap sepeda. Sebelumnya, ia terdaftar di National Paralympic Committee (NPC) dalam cabang catur. Fathurahmat menambahkan bahwa meskipun ia pernah mengalami kesuksesan di catur, ia memutuskan untuk beralih ke para balap sepeda sekitar empat bulan lalu. Motivasi untuk pindah ke olahraga ini datang dari teman-teman sesama penyandang disabilitas. Ia pernah mendapatkan medali emas di cabang catur dan juga mencoba judo serta atletik, namun tidak mendapat hasil yang memuaskan. Dengan kesempatan mengikuti seleksi untuk para balap sepeda, ia bersyukur karena diterima. Raden Muhammad Fathurahmat juga berbagi kisah mengenai kehilangan penglihatan yang dialaminya. Ia kehilangan penglihatan di mata kanan pada usia delapan tahun karena kecelakaan terkena bola tenis dan kehilangan penglihatan di mata kiri akibat sebuah insiden pada usia sebelas tahun. Pada Peparnas kali ini, Fathurahmat dipandu oleh Mufti Fadhilah Salma. Mufti, yang telah enam tahun berkecimpung sebagai atlet sepeda di Indonesia, mengakui bahwa menjadi pilot untuk atlet lain adalah pengalaman baru baginya, meskipun ia sudah akrab dengan mitra penyandang disabilitas sejak mengikuti Asian Para Games (APG) pada tahun 2018. Mufti mencatat bahwa awalnya mereka mengalami kesulitan dalam membangun chemistry di antara mereka. Namun, berkat kerjasama dan komunikasi yang baik, mereka berhasil meraih medali emas untuk Provinsi Jawa Barat. Mufti memberikan penghargaan kepada Fathurahmat yang, meskipun mengalami kebutaan total, mampu menyesuaikan diri dan berkolaborasi dengan baik sebagai pilot. Melalui perjalanan dan pencapaian ini, Raden Muhammad Fathurahmat menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan dalam olahraga. Keduanya, dengan dukungan dan kerja sama yang solid, berhasil menunjukkan bahwa kebersamaan dapat membawa hasil yang luar biasa. ANTARA