**Borneonews - Samarinda**, Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur telah menyiapkan berbagai strategi guna mengatasi dampak perubahan iklim yang memengaruhi sektor pertanian di wilayah ini. Langkah-langkah yang diambil bertujuan untuk meminimalkan efek negatif yang diakibatkan oleh fenomena global tersebut.
Kepala DPTPH Kaltim, Siti Farisyah Yana, menyatakan bahwa strategi tersebut meliputi peningkatan infrastruktur irigasi, khususnya melalui optimalisasi bendungan dan pengendalian hama tanaman. Penjelasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa fungsi bendungan mampu menangani dua kondisi ekstrem yang berbedayaitu saat terjadi kelebihan air dan saat kekurangan air. Dengan memanfaatkan sistem pompanisasi irigasi, air dapat dialirkan atau dipindahkan sesuai kebutuhan, baik saat sawah tergenang air maupun ketika lahan membutuhkan irigasi.
Yana menekankan bahwa lokasi pembangunan infrastruktur akan difokuskan di daerah yang memiliki sumber air yang melimpah. Dengan meningkatnya dukungan dari pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim yang baru dilantik, diharapkan program-program pertanian akan semakin kuat, dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia berharap adanya sinergi yang lebih baik antara DPTPH dan DPRD Kaltim, terutama dalam upaya meningkatkan produksi pangan dan hortikultura. Yana juga menyoroti kesadaran yang berkembang di kalangan para pembuat kebijakan tentang pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan masyarakat, terutama untuk penduduk desa yang mayoritas bergantung pada pertanian sebagai mata pencaharian utama.
Lebih lanjut, Yana menyatakan bahwa sektor pertanian di Kaltim menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama terutama menjelang era transformasi ekonomi yang ditargetkan hingga tahun 2026. Dalam tiga tahun terakhir, sektor ini tidak menunjukkan peningkatan signifikan akibat dampak perubahan iklim. Dia mencatat bahwa fenomena perubahan iklim secara umum telah menyebabkan penurunan produksi pangan di Indonesia.
DPTPH Kaltim terus berupaya meningkatkan hasil produksi terutama pada periode Oktober hingga Maret. Upaya yang dilakukan meliputi pembangunan bendungan di wilayah yang mengalami kekurangan air, serta pengendalian serangan hama tanaman yang sering kali muncul akibat perubahan iklim. Selain itu, pengembangan varietas tanaman yang tahan terhadap kekeringan dan banjir juga menjadi fokus, disertai dengan penerapan teknologi pertanian yang efisien dalam penggunaan air. Kapasitas petani dalam menghadapi perubahan iklim pun ditingkatkan melalui sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Yana mengharapkan bahwa melalui berbagai strategi yang telah disusun, sektor pertanian di Kalimantan Timur dapat tetap bertahan dan bahkan meningkatkan produksinya meskipun dalam kondisi yang tidak menguntungkan akibat perubahan iklim.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian melalui Badan Standarisasi Instrumen Pertanian Kalimantan Timur (BSIP Kaltim) mengimplementasikan perluasan lahan pertanian dan kegiatan pendukung lainnya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi darurat pangan. Hingga akhir Agustus 2024, BSIP Kaltim telah berhasil memenuhi sekitar 70 persen dari target program peningkatan produksi pangan yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Kementerian Pertanian nomor 297.
Tahun ini, perluasan area tanam padi di Kaltim ditargetkan mencapai 21 ribu hektare dari total 40 ribu hektare yang direncanakan. Dengan demikian, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mencegah ancaman kekurangan pangan. Beberapa area sawah yang mendapatkan pompanisasi dari program Kementerian Pertanian sudah melaksanakan panen kedua dengan hasil yang meningkatdari sebelumnya 3,8 ton per hektare kini menjadi 4,5 ton per hektare.
ANTARA
Strategi DPTPH Kaltim Atasi Dampak Perubahan Iklim pada Pertanian
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Komentar (0)
Memuat komentar…







