MANOKWARI –
**Borneonews - Manokwari**, Perum Bulog Cabang Manokwari, yang berlokasi di Papua Barat, telah mengonfirmasi bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) dipastikan dalam kondisi aman sampai bulan Desember 2024. Hal ini menjadi berita baik bagi masyarakat yang berada di lima kabupaten dalam wilayah tersebut. Kepala Bulog Manokwari, Armin Bandjar, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah mengamankan sekitar 3.300 ton beras yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Di dalam gudang, tercatat ada 830 ton beras yang tersedia, sementara itu, proses bongkar muat di pelabuhan saat ini berlangsung dengan total 1.300 ton beras. Bulog Manokwari juga telah menerima penugasan logistik dari Bulog Pusat sebesar 1.200 ton. Stok beras tersebut akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan lima kabupaten di Papua Barat, yaitu Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni. Armin Bandjar menyatakan bahwa cadangan beras ini akan disalurkan untuk berbagai program bantuan, termasuk bantuan pangan tahap III yang masih tersisa 743 ton, distribusi beras untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), serta TNI-Polri, dan juga untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (*SPHP*). Walaupun stok beras yang tersedia hanya mampu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat, keberadaan beras dari Bulog diharapkan dapat membantu menstabilkan harga beras di pasaran. Menurut Armin, pasokan beras dari Bulog hanya berkontribusi sebesar 8-10 persen dari total kebutuhan beras masyarakat, dengan sektor swasta yang memberikan kontribusi paling besar. Keberlanjutan pasokan ini menjadi kunci untuk memastikan keamanan pangan dalam masyarakat. ANTARA