**Borneonews - Manokwari**, Dinas Sosial (Dinsos) Manokwari di Papua Barat secara konsisten melaksanakan program intervensi dan penanganan bagi individu yang mengalami gangguan jiwa (*ODGJ*). Usaha ini bertujuan untuk menjaga kesehatan sosial bagi masyarakat setempat.
Kepala Dinsos Manokwari yang sementara dijabat oleh Fredy Lalenoh menjelaskan bahwa program intervensi untuk ODGJ telah dilakukan secara rutin setiap tahun sejak tahun 2021. Ia menyatakan, "Intervensi yang kami lakukan meliputi pemberian pengobatan dan rehabilitasi secara gratis kepada pasien yang mengalami gangguan jiwa. Dengan harapan, setelah sembuh, mereka dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat."
Menurut data yang diperoleh dari Dinsos, terdapat sekitar 40 orang yang teridentifikasi sebagai ODGJ di Kabupaten Manokwari, namun tidak semuanya mendapatkan intervensi dari pihak Dinsos. Hingga saat ini, sebanyak 11 ODGJ telah menerima program intervensi, dengan prioritas diberikan kepada pasien yang menunjukkan gejala ekstrem dan anarkis serta didukung oleh keluarganya.
Fredy menambahkan bahwa jika terdapat pengaduan dari masyarakat terkait masalah keamanan dan ketertiban yang disebabkan oleh perilaku pasien ODGJ, Dinsos akan segera melakukan penelusuran di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan keluarga pasien. "Ini merupakan wujud perhatian dan komitmen dari Pemerintah Kabupaten Manokwari untuk memastikan agar layanan kesehatan bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat, termasuk bagi ODGJ. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif," ungkapnya.
Sebelum tahun 2023, Dinsos Manokwari mengirim pasien ODGJ untuk mendapatkan perawatan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Jayapura, Provinsi Papua. Namun, sejak tahun 2024, Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi Papua Barat sudah mampu memberikan pelayanan perawatan untuk ODGJ, sehingga tidak perlu lagi merujuk pasien ke daerah lainnya.
Di RSU Provinsi Papua Barat, pengobatan dilakukan oleh dokter spesialis jiwa yang bertugas. Mereka bertanggung jawab untuk memberikan diagnosis dan mengatur obat-obatan khusus yang diperlukan oleh pasien. Sejumlah pasien ODGJ yang telah dikirim berobat oleh Dinsos Manokwari menunjukkan kemajuan yang signifikan dan sudah diperbolehkan kembali ke rumah dengan status rawat jalan.
Namun, Fredy menegaskan bahwa untuk pasien rawat jalan, dukungan dari keluarga sangat penting bagi kelanjutan pengobatan. Keluarga diharapkan dapat mengawasi dan memastikan bahwa konsumsi obat oleh pasien tidak terhenti. Keterlibatan mereka dalam proses ini sangat vital untuk mendukung pemulihan pasien.
ANTARA
Dinsos Manokwari Laksanakan Program Intervensi ODGJ Secara Rutin
Bagikan:

MANOKWARI –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jalan Tjilik Riwut Ujung Landasan Bandara H Asan Sampit Ditutup Permanen
Hotspot Barito Timur Terus Menurun, Tiga Titik Terdeteksi di Banua Lima
Karhutla di Teluk Palinget Kapuas Dekati Kawasan Pemakaman
Protes Besar Guncang Prancis, Macron Belum Tetapkan Keadaan Darurat
Mobil Tabrak Bundaran, Kasatlantas Polres Kotim: Kurangi Kecepatan saat Kabut Asap
TNI AU Uji Jalan Tol Jadi Landasan Pesawat Tempur F-16 dan Super Tucano
Komentar (0)
Memuat komentar…







