BENGKULU –
**Borneonews - Mukomuko**, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Mukomuko, yang berada di Provinsi Bengkulu, mengungkapkan bahwa sebanyak 14 rumah warga di Desa Pondok perlu segera direlokasi. Pernyataan tersebut muncul pascamusibah tanah longsor yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu yang lalu. Kepala Dinas Perkim Kabupaten Mukomuko, Suryanto, menegaskan pentingnya relokasi rumah-rumah tersebut. Menurutnya, lokasi baru untuk pemindahan akan ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pihak desa dan kecamatan setempat. "Rumah-rumah itu harus segera direlokasi. Untuk lokasinya tergantung pihak desa dan kecamatan," ujar Suryanto. Peristiwa longsor terjadi di tebing dekat kawasan permukiman yang ada di Desa Pondok Panjang, Kecamatan V Koto, sebagai dampak dari erosi yang diakibatkan oleh aliran Sungai Manjuto. Dalam kejadian tersebut, satu rumah warga amblas dan jatuh ke dalam sungai, sementara 14 rumah lainnya berada dalam kondisi yang terancam karena jaraknya yang sangat dekat dengan tebing yang longsor. Suryanto menjelaskan bahwa syarat untuk melakukan relokasi adalah pemerintah desa harus menemukan tanah yang aman untuk digunakan sebagai lokasi perumahan yang baru. Selain itu, pemilik rumah juga diperlukan untuk memberikan pernyataan bahwa mereka bersedia untuk direlokasi. "Kalau tanah sudah ada untuk lokasi, tinggal urusan dinas melakukan pembebasan tanah tersebut," tambahnya. Selanjutnya, Suryanto berharap jika penduduk setempat harus dipindahkan, maka pemerintah daerah melalui Dinas Perkim akan membeli tanah yang diperlukan, berdasarkan usulan yang diajukan oleh kepala desa dan camat. Usulan tersebut selanjutnya harus ditandatangani oleh bupati. Sementara itu, Ahmad Hidayat Syah, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Mukomuko, menyampaikan bahwa rumah yang amblas ke sungai tersebut adalah milik seorang warga bernama Dadang, yang berusia 35 tahun. Sebelum kejadian tersebut, Dadang dan keluarganya sudah lebih dulu mengungsi ke rumah kerabat mereka. Saat ini, terdapat 14 rumah lain yang juga terancam terjatuh ke dalam sungai, mengingat jarak mereka hanya sekitar satu meter dari tebing yang longsor. Meski rumah-rumah ini masih dihuni, Ahmad mengimbau agar para penghuni tetap waspada. Mengingat saat ini intensitas hujan cukup tinggi, yang dapat mengakibatkan kondisi tebing semakin rentan terhadap longsor. ANTARA