**Borneonews - Vientiane, Laos**, Perdana Menteri Laos, Sonexay Siphandone, menegaskan pentingnya perkuatan kerja sama dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk menghadapi berbagai tantangan secara lebih efektif dan memanfaatkan setiap peluang yang ada. Seruan tersebut disampaikan dalam upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-44 dan ke-45 ASEAN, bersama dengan sejumlah KTT terkait lainnya yang berlangsung di Vientiane, Laos, pada Kamis.
Dalam pernyataan resmi yang diungkapkan di situs ASEAN Lao PDR 2024, Siphandone menyebutkan bahwa ASEAN dihadapkan pada beragam tantangan serius, termasuk konflik, masalah ekonomi dan keuangan, perubahan iklim, bencana alam, serta kejahatan lintas negara. Ia menggarisbawahi bahwa, Mengingat banyaknya tantangan tersebut, fokus kami untuk tahun 2024 adalah menciptakan ASEAN yang lebih terhubung dan tahan banting, sehingga kita dapat menghadapi setiap tantangan dan mengambil keuntungan dari peluang yang tersedia, serta semakin memperkuat Komunitas ASEAN.
Perdana Menteri Laos itu juga menambahkan bahwa sejumlah kemajuan signifikan telah dicapai dalam memajukan program-program terkait ASEAN, seperti pengembangan rencana strategis untuk implementasi Visi Komunitas ASEAN 2045. Kami akan terus memetakan arah kerja sama untuk masa depan, terutama di bawah Visi Komunitas ASEAN 2045, serta meningkatkan kolaborasi dengan mitra eksternal guna memperkuat komunitas ASEAN dalam mencapai tujuan bersama, tegasnya.
Siphandone tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada semua negara anggota ASEAN, negara mitra, negara sahabat, Sekretariat ASEAN, serta organisasi-organisasi regional dan internasional atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan kepada Laos selama masa Keketuaan ASEAN 2024. Rangkaian KTT ke-44 dan ke-45 ASEAN digelar di Vientiane, Laos, pada tanggal 6 hingga 11 Oktober 2024.
Tema yang diusung oleh Laos dalam Keketuaan ASEAN 2024 adalah ASEAN: Meningkatkan Konektivitas dan Ketahanan. ASEAN, yang didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967, saat ini terdiri dari 10 negara anggota, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam.
Saat ini, Timor Leste sedang dalam proses untuk menjadi anggota ke-11 ASEAN. Negara ini telah ikut berpartisipasi dalam berbagai pertemuan ASEAN, baik di tingkat menteri maupun kepala negara/pemerintahan, dengan status sebagai pengamat.
ANTARA
Laos Serukan Penguatan Kerja Sama ASEAN Hadapi Tantangan 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Komentar (0)
Memuat komentar…







