**Borneonews - Mataram**, PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) Kota Mataram, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), baru-baru ini melaksanakan kegiatan bersih sungai. Aksi ini dilaksanakan di sekitar sumber air baku *Intake Remeneng*, yang berada di Desa Pesak, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi risiko terjadinya banjir menjelang musim hujan yang akan datang.
Kegiatan bersih sungai yang dikenal dengan sebutan *river clean up* ini diselenggarakan pada hari Kamis dan melibatkan beberapa pihak. Diantaranya, kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat, Pemerintah Desa Peresak, serta komunitas-komunitas seperti Young Water Generation dan Next Level Movement. Partisipasi aktif tokoh masyarakat dan warga setempat juga sangat diharapkan dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Aini Kurniati, Plt Direktur Utama PTAM Giri Menang, mengatakan bahwa tema aksi kali ini adalah "Mulai Perubahan dari Tepi Sungai". Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan tersebut, yang diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Dampak perubahan iklim yang semakin terasa bersamaan dengan datangnya musim hujan menandakan meningkatnya potensi bencana banjir. Aini menambahkan bahwa kapasitas sungai dalam menampung air hujan semakin berkurang, salah satu penyebabnya adalah banyaknya sampah yang dibuang ke sungai.
Sampah yang mencemari sungai tidak hanya berdampak pada kualitas air tetapi juga mengancam kelangsungan operasional infrastruktur penyediaan air minum. Aini optimis bahwa kegiatan bersih sungai ini akan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesehatan lingkungan serta memberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah yang berdampak positif secara ekonomi.
Dia menjelaskan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung kelancaran distribusi air dari PT Air Minum Giri Menang kepada seluruh pelanggan di wilayah layanan, yang mencakup sebagian Lombok Barat dan beberapa area di Kota Mataram. Dalam acara tersebut, dilakukan pemasangan *barrier* untuk melindungi pipa Intake Remeneng dari sampah, serta pendidikan tentang pemilahan sampah berdasarkan kategori yang tepat serta potensi ekonomi dari pengelolaan sampah.
Menurut hasil pantauan yang dilakukan selama lima tahun terakhir, salah satu faktor yang menyebabkan terganggunya pasokan air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sembung adalah masalah sampah. Aini juga menegaskan bahwa perubahan iklim yang tidak menentu saat ini merupakan dampak dari kerusakan lingkungan yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang. Oleh karena itu, diharapkan setiap individu yang berada di sekitar sumber air baku dapat berpartisipasi aktif dalam gerakan ini.
"Marilah kita gunakan kegiatan bersih sungai ini sebagai momen untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan, bukan hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga untuk masa yang akan datang," ungkapnya.
Kegiatan bersih sungai yang berlangsung selama dua hingga tiga jam ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Komisaris Utama PTAM Giri Menang, H Eko Saswito, Komisaris PTAM Giri Menang Ahmad Saikhu, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat, Hermansyah, serta kepala desa dan perangkat Desa Peresak. Dalam acara ini, tim berhasil mengumpulkan sekitar 200 kilogram sampah dari sungai.
ANTARA
PTAM Giri Menang Gelar Aksi Bersih Sungai Antisipasi Banjir
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Komentar (0)
Memuat komentar…







