MEDAN –
**Borneonews - Medan**, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keselamatan perjalanan kereta api dengan melaksanakan pengecekan kesehatan secara regular terhadap awak sarana perkeretaapian (ASP). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman bagi para penumpang. Anwar Solikhin, Manager Humas KAI Divre I Sumut, menjelaskan bahwa pihaknya secara berkala melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba, di luar pemeriksaan rutin yang dilakukan sebelum para ASP bertugas, termasuk masinis dan asisten masinis. Kegiatan ini merupakan bagian dari program keselamatan dan kepatuhan mereka. Di area Divre I Sumut, terdapat lima stasiun yang menyediakan layanan pengecekan kesehatan bagi petugas sebelum mereka menjalankan tugas. Kelima stasiun tersebut adalah Stasiun Medan, Stasiun Belawan, Stasiun Tebing Tinggi, Stasiun Kisaran, dan Stasiun Rantau Prapat. Selain masinis, petugas lain yang juga memegang peranan penting dalam operasional kereta api, seperti Teknisi Kereta Api, Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), dan Juru Langsir, juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Anwar menjelaskan bahwa terdapat lima budaya keselamatan yang menjadi bagian integral dari setiap individu di KAI. Budaya ini meliputi: Patuh Prosedur Kerja, Briefing Sebelum Bekerja, Penggunaan Alat Pelindung Diri, Peduli Lingkungan Kerja, dan Lapor Potensi Bahaya. Setiap pegawai diharapkan dapat menginternalisasikan budaya ini dalam setiap aspek pekerjaannya. Untuk memfasilitasi pelaporan potensi bahaya, KAI telah menghadirkan platform *Safety Railways Information* (SRI). Platform ini memungkinkan pegawai untuk melaporkan kondisi berbahaya dengan cepat sehingga masalah tersebut dapat ditangani sebelum menimbulkan dampak negatif. Anwar menambahkan bahwa SRI adalah bagian dari inisiatif digitalisasi KAI yang ditujukan untuk meningkatkan keselamatan operasional dalam perjalanan kereta api. Dengan memanfaatkan teknologi, diharapkan KAI dapat mendeteksi dan merespons potensi bahaya dengan lebih cepat dan efisien. Sistem pelaporan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko serta mengoptimalkan keamanan. "Melalui SRI, setiap pegawai dapat dengan mudah melaporkan kondisi yang mencurigakan secara langsung. Hal ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan prinsip KAI mengenai keamanan dan keselamatan pelanggan, serta semua pihak yang terlibat dalam perjalanan kereta api," tutup Anwar. ANTARA