JAKARTA –
**Borneonews - Riffa**, Mees Hilgers dan Eliano Reijnders menjadi sorotan utama dalam laga yang mempertemukan timnas Indonesia melawan Bahrain. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Nasional Bahrain pada malam hari, tepatnya pukul 23.00 WIB. Kedua pemain ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi timnas Indonesia yang memiliki ambisi untuk tampil di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Mees dan Eliano baru saja memperoleh kewarganegaraan Indonesia pada akhir September lalu, sehingga kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi penunjang kekuatan tim. Dengan pengalaman bermain di Belanda, diharapkan keduanya bisa memberikan energi baru bagi tim asuhan Shin Tae-yong. Mees Hilgers, seorang bek tengah handal yang menjadi pilihan utama di FC Twente, memiliki kemampuan mumpuni dalam memperkuat lini pertahanan Indonesia. Selama musim ini, ia telah tampil dalam 12 pertandingan, dengan hanya satu kali absen di laga pembuka Eredivisie melawan NEC Nijmegen. Mees selalu dipercaya tampil di starting eleven untuk berbagai kompetisi, termasuk saat menghadapi Manchester United di Liga Europa di akhir September. Kontribusinya di lini belakang Indonesia diharapkan dapat memperkokoh pertahanan yang baru kebobolan satu gol dalam dua laga sebelumnya di kualifikasi Piala Dunia. Mees mahir dalam menggunakan formasi empat bek, namun ia juga dapat beradaptasi dengan formasi tiga bek yang diusung Shin Tae-yong. Kemampuannya dalam mengintersepsi, melakukan tekel, serta meraih kembali penguasaan bola patut diperhatikan, dengan catatan rata-rata dari Sofascore menunjukkan statistik yang mengesankan. Di sisi lain, Eliano Reijnders merupakan pemain versatile yang dapat mengisi banyak posisi di lapangan. Ia memiliki kemampuan memainkan sembilan posisi saat membela PEC Zwolle. Dalam statistiknya, ia sering kali mengisi peran sebagai sayap, baik di kiri maupun di kanan, dengan kontribusi tiga gol dan tiga assist dalam 35 pertandingan. Kemampuan Eliano dalam melakukan penetrasi, berjibaku dalam duel satu lawan satu, serta memberikan umpan akurat akan menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Ia juga mampu memanfaatkan kecepatan dan timing untuk menciptakan peluang dari ruang kosong di belakang pertahanan lawan. Kedua pemain ini tiba di Bahrain pada Senin (7/10) dan telah menghabiskan waktu bersama rekan-rekannya untuk membangun koneksi dan memahami strategi permainan pelatih. Kini, keduanya berambisi mengukir debut yang gemilang melawan tim Bahrain, berusaha meraih tiga angka untuk menambah modal menjelang pertandingan melawan China lima hari setelahnya. Selepas berhasil mengumpulkan dua poin dari tim kuat seperti Arab Saudi dan Australia, target selanjutnya bagi pelatih Shin Tae-yong adalah meraih kemenangan melawan Bahrain. Shin optimis bahwa timnya mampu mengambil enam poin dari dua laga tandang bulan ini. Meskipun Bahrain dan China berada di peringkat lebih tinggi dibanding Indonesia dalam ranking FIFA, dengan Bahrain di posisi 76 dan China 91, namun kedua tim tersebut belum bisa dianggap sekuat tiga tim lainnya di Grup C, yaitu Jepang, Australia, dan Arab Saudi. Dalam Piala Asia 2023, baik Indonesia maupun Bahrain terhenti di babak 16 besar, sedangkan China lebih awal gugur di fase grup. Shin mengakui bahwa Bahrain memiliki start yang baik dengan kemenangan atas Australia, tetapi hasil kalah telak 0-5 dari Jepang menunjukkan bahwa tim tersebut memiliki kelemahan. Dengan hasil yang telah diraih dalam dua pertandingan sebelumnya, tim nasional Indonesia memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Shin Tae-yong menegaskan bahwa perkembangan permainan timnya semakin membaik. Ia yakin bahwa timnya akan mampu meraih hasil positif dalam laga malam ini. Calvin Verdonk juga sejalan dengan pendapat Shin, menilai bahwa ketidak terkalahkanannya di putaran ketiga merupakan indikasi bahwa tim terus berkembang dengan baik. Shin, yang telah melatih Garuda sejak akhir 2019, menorehkan catatan positif dengan total 24 kemenangan, 12 imbang, dan 13 kekalahan. Kedekatannya dengan para pemainnya menciptakan atmosfer tim yang solid. Pelatih berusia 53 tahun ini menekankan pentingnya kekompakan di luar lapangan sebagai faktor yang mendukung peningkatan performa tim. Sementara itu, Dragan Talajic, pelatih Bahrain, masih menyusun formasi terbaiknya semenjak menjabat pada Februari lalu. Ia memiliki statistik tiga kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan dalam enam laga terakhir. Dengan catatan ini, misi meraih tiga poin melawan Bahrain menjadi target yang realistis. Kemenangan akan sangat berharga bagi tim Garuda untuk mengunci posisi di empat besar demi tiket ke Piala Dunia 2026. Shin mengingatkan bahwa sejarah kekalahan 0-10 Indonesia di Riffa sebelas tahun lalu sebaiknya dilupakan, dan tidak akan mempengaruhi hasil laga kali ini. “Masa lalu adalah masa lalu,” pungkasnya. ANTARA