PALEMBANG –
**Borneonews - Muaradua**, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Sumatera Selatan menetapkan target penyelesaian pembangunan Bendungan Tiga Dihaji pada tahun 2026. Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengelolaan sumber daya air, yang akan bermanfaat bagi masyarakat setempat. Bupati OKU Selatan, Popo Ali Martopo, melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Natalion, menyampaikan bahwa saat ini progres pembangunan bendungan tersebut telah mencapai 67 persen. Dalam penjelasannya, Natalion mengatakan bahwa keberadaan Bendungan Tiga Dihaji dirancang untuk menjaga kestabilan pasokan air pada saat musim kemarau, di mana selama ini daerah irigasi Komering bergantung pada aliran Sungai Komering. Bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber pasokan air, tetapi juga berperan dalam konservasi sumber daya air, pengendalian banjir, dan pemenuhan kebutuhan air baku. Selain itu, bendungan ini akan berkontribusi pada pembangkit listrik dan menjadi salah satu destinasi pariwisata lokal, serta sarana untuk olahraga air. Dalam konteks pertanian, Bendungan Tiga Dihaji diproyeksikan untuk meningkatkan pasokan air guna mendukung sekitar 34.824 hektare lahan pertanian yang ada di OKU Selatan. Sebelumnya, pemerintah telah mengadakan pertemuan konsultasi dengan masyarakat untuk membahas detail terkait desain penyediaan air baku dari bendungan tersebut. Kegiatan konsultasi ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari masyarakat, sehingga penyediaan air baku di Bendungan Tiga Dihaji dapat memenuhi kebutuhan penduduk secara tepat. Natalion menekankan pentingnya perencanaan yang cermat agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi, yang merupakan faktor utama dalam pengembangan ekonomi daerah. Diharapkan, kehadiran bendungan ini bisa menyediakan air baku hingga satu meter kubik per detik dan berfungsi sebagai pengendali banjir, daya tarik wisata, serta mendukung pengembangan sektor perikanan di wilayah OKU Selatan. ANTARA