DENPASAR –
**Borneonews - Badung**, Calon Gubernur Bali dengan nomor urut 1, Made Muliawan Arya, yang akrab disapa De Gadjah, memberikan pernyataan optimis mengenai kemampuan untuk menghapus utang akibat defisit yang dihadapi daerahnya. Ia meyakini bahwa jika terpilih bersama Putu Agus Suradnyana dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bali 2024, utang angsuran senilai Rp245 miliar per tahun dapat dihilangkan. Di lokasi acara di Kabupaten Badung pada hari Kamis, De Gadjah mengungkapkan bahwa penghapusan angsuran ini dimungkinkan berkat hubungan baiknya dengan Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, yang juga merupakan bagian dari Partai Gerindra. Ia menegaskan bahwa komunikasi telah terjalin dengan Wamenkeu, yang telah memberikan sinyal positif mengenai rencana tersebut. "Penting untuk kita fokus pada penghapusan defisit ini. Cicilan tahunan sebesar Rp245 miliar sudah kami diskusikan, dan telah mendapatkan lampu hijau. Semua ini sangat bergantung siapa yang akan menjadi gubernur. Jika kami terpilih, semua bisa terlaksana," ungkapnya setelah mengikuti Uji Publik Pilkada Bali yang diselenggarakan oleh Universitas Udayana. Dalam sesi uji publik itu, yang dipandu oleh moderator Ni Kadek Dwita Apriani, seorang perempuan Bali pertama yang meraih gelar doktor dalam Ilmu Politik, De Gadjah menjelaskan sejumlah masalah keuangan yang dihadapi Bali. Ia juga memperkenalkan berbagai program ambisius yang memerlukan dana besar, termasuk pemberian beasiswa penuh bagi pelajar, pembangunan infrastruktur kesehatan, stadion internasional, institusi pendidikan, hingga proyek bandara. Sebagai peserta Pilkada Bali, De Gadjah menegaskan bahwa semua yang dia sampaikan dalam uji publik bukan sekadar retorika belaka. Ia mengklaim telah melakukan pemetaan terkait konsep pembiayaan untuk program-program yang dia ajukan. "Pendanaan untuk program-program seperti SMA/SMK gratis dan beasiswa sudah kami kaji dengan matang, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya. Lebih lanjut, De Gadjah mengaku telah merancang penggunaan anggaran dari APBN dan APBD jika terpilih sebagai gubernur. Ia menyatakan bahwa program sekolah akan didanai dari APBD, sedangkan proyek-proyek infrastruktur besar akan menggunakan dana dari APBN. "Dari dana pusat (APBN) nanti, akan mendukung pembangunan fisik, sementara APBD akan dialokasikan untuk program pendidikan. Kami telah mendiskusikan pembagian tanggung jawab antara APBN dan APBD secara mendetail," demikian pungkasnya. ANTARA