JAKARTA –
**Borneonews - Vientiane**, Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah menekankan tiga sektor kerjasama antara negara-negara anggota ASEAN dan Jepang yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini di masa mendatang. Dalam konteks tersebut, beliau menyatakan bahwa "Kemitraan ASEAN-Jepang telah memberikan kontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional. Kerjasama ini perlu diarahkan untuk masa depan dengan tiga sektor prioritas." Pernyataan ini disampaikan oleh Amin di hadapan negara-negara ASEAN dan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, pada KTT ASEAN-Jepang yang merupakan bagian dari KTT ASEAN ke-45 yang diselenggarakan di Vientiane, Laos, pada hari Kamis. Sektor kerjasama pertama yang diusulkan adalah promosi ekonomi hijau. Menurutnya, Japan's support sangat penting untuk mempercepat transisi energi di kawasan, terutama melalui mekanisme pembiayaan inovatif dan transfer teknologi rendah karbon. Amin menambahkan bahwa ASEAN-Asia Zero Emission Community Summit diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam mempercepat transisi energi tersebut. Sektor kerjasama kedua adalah percepatan transformasi ekonomi digital. Amin menegaskan potensi besar dari ekonomi digital yang perlu dimanfaatkan dengan baik. Hal ini termasuk dukungan dari Jepang terhadap *ASEAN Digital Economy Agreement (DEFA)*. "Kita harus memastikan bahwa kemitraan ASEAN-Jepang dapat memperkuat keterampilan komunitas serta integrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke dalam ekosistem digital," ujarnya. Pengembangan teknologi masa depan, seperti *artificial intelligence* dan penerapan *Society 5.0*, juga dapat didorong lebih lanjut. Menyinggung sektor kerjasama ketiga, Wakil Presiden memberikan apresiasi terhadap dukungan Jepang terhadap *ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP)*. Ia menekankan pentingnya kemitraan ASEAN-Jepang sebagai penggerak stabilitas dan perdamaian regional, serta konsistensi dalam menegakkan hukum internasional. Di akhir sambutannya, Amin, atas nama Indonesia, berharap agar Jepang mempertimbangkan untuk mengakui Palestina sebagai langkah untuk mewujudkan perdamaian dan mencapai solusi dua negara. ANTARA