JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan apresiasi terhadap sistem reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Di bawah kepemimpinan Menteri Abdullah Azwar Anas, inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi tingkat korupsi di Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada bulan Juli 2024, Indeks Perilaku Anti-Korupsi (IPAK) Indonesia mencapai nilai sebesar 3,85 pada skala 0 hingga 5. Jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 3,92, dapat dilihat adanya penurunan dalam indeks tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Luhut dalam acara Forum Kinerja Reformasi Indonesia melalui peluncuran buku karya Menteri PANRB berjudul *Anti-Mainstream Bureaucracy*. Acara tersebut berlangsung di Jakarta pada hari Kamis. Dalam kesempatan itu, Luhut mengungkapkan rasa syukur dan penghargaan atas penulisan buku tersebut serta reformasi yang telah dilakukan. Dia menegaskan bahwa semua langkah tersebut sangat membantu dalam mengurangi korupsi yang ada di tanah air. Reformasi birokrasi, menurutnya, tidak hanya berfungsi untuk mengekang praktik korupsi, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi serta reputasi positif Indonesia di kancah internasional. Luhut menilai buku *Anti-Mainstream Bureaucracy* adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa. Menteri Koordinator ini juga menyatakan kebanggaannya bisa bekerja sama dengan Abdullah Azwar Anas, yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Banyuwangi. "Saya merasa senang dan bangga pernah berdampingan dengan Pak Anas. Tim di kantor saya juga merasa bahagia saat bekerja bersama beliau," ungkap Luhut. Dalam acara tersebut, ia turut menyampaikan ucapan selamat kepada Anas atas pencapaiannya menyelesaikan tugas sebagai Menteri PANRB. Anas dilantik pada tanggal 7 September 2022 untuk menggantikan mantan Menteri Tjahjo Kumolo yang telah meninggal dunia. Luhut menambahkan, “Sekali lagi selamat dan kami merasa bangga Anda telah menyelesaikan tugas Anda selama lima tahun.” Ia kemudian menjelaskan bahwa baik dirinya maupun Anas akan memasuki masa pensiun dalam waktu yang dekat. "Saya sangat bersyukur atas semua ini," imbuhnya. Luhut juga yakin bahwa Anas masih memiliki banyak kontribusi bagi masa depan dan mengharapkan agar Anas melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat. "Sesungguhnya, profesionalisme kita tidak akan berarti tanpa dedikasi dan hati yang tulus," tegas Luhut. Sebagai tambahan, buku berjudul *Anti Mainstream Bureaucracy: Strategi dan Seni Mentransformasi Birokrasi* ini merupakan hasil karya pemikiran Menteri Abdullah Azwar Anas, yang menjelaskan tentang strategi dan langkah-langkah reformasi birokrasi yang telah dilakukan di berbagai tingkatan. Buku ini tidak hanya menawarkan wawasan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat dijadikan acuan untuk mengatasi berbagai tantangan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi. Dengan pendekatan *anti-mainstream* yang diusung, diharapkan buku ini akan menjadi sumber inspirasi bagi para pemimpin dan aparatur negara lainnya dalam upaya melanjutkan reformasi birokrasi yang lebih progresif. ANTARA