**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Agama (Kemenag) menandai akhir periode dekade pemerintahan Joko Widodo dalam pelayanan keagamaan dengan mengadakan *Festival Religion* di Jakarta pada Rabu malam. Acara ini tidak hanya menutup perjalanan sepuluh tahun, tetapi juga menandai awal baru bagi layanan terhadap masyarakat beragama di Indonesia di bawah kepemimpinan presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Selama sepuluh tahun terakhir, banyak pencapaian signifikan yang diperoleh Kemenag. Perjalanan ini telah menjadikan Kemenag mengalami transformasi yang berkelanjutan, baik dalam hal pelayanan keagamaan maupun pendidikan, sehingga menjadikannya lebih tangguh dan unggul. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan pencapaian ini dengan tiga kata kunci: *Faster*, *Better*, dan *Stronger*.
Yaqut menekankan pentingnya keberlanjutan dalam kinerja Kemenag, merujuk pada tiga orang yang menjabat sebagai Menteri Agama selama dekade ini, yaitu Lukman Hakim Saifuddin, Yaqut Cholil Qoumas sendiri, dan Fachrur Razi. Ketiganya bersama-sama berkomitmen untuk terus memelihara kerukunan umat dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia.
"Perjalanan kita saat ini merupakan bagian dari sejarah panjang kementerian ini. Setiap individu yang menjabat dalam periode yang berbeda telah memberikan sumbangsih masing-masing untuk mencapai apa yang kita miliki sekarang," ungkap Yaqut.
Kementerian Agama terus berinovasi dan beradaptasi dengan zaman, mengambil langkah-langkah progresif untuk meningkatkan layanan publik.
**Faster**
Dalam konteks *Faster*, Yaqut menjelaskan bahwa Kemenag telah menunjukkan kecepatan dalam layanan kepada umat. Dia menyebutkan sejumlah terobosan dalam pelayanan publik yang menjadi kunci akselerasi, salah satunya adalah peluncuran Pusaka SuperApps pada 25 November 2022. Aplikasi ini mengintegrasikan hampir semua layanan Kemenag ke dalam satu platform yang dirancang untuk aksesibilitas bagi semua, termasuk difabel.
Selain itu, ada perkembangan dalam layanan sertifikasi halal yang pesat, di mana dari tahun 2019 sampai 2024, tercatat lebih dari 5 juta produk telah mendapatkan sertifikat halal. Pelayanan yang semakin cepat ini juga berdampak positif, mengurangi waktu proses sertifikasi menjadi hanya 8 hingga 11 hari. Hal ini menciptakan lebih dari 120 ribu lapangan kerja baru dalam sektor auditor halal, penyelia, serta pendamping Proses Produksi Halal (PPH).
Yaqut menambahkan, "Alhamdulillah, kinerja Kemenag yang lebih cepat juga mendapat apresiasi. KemenPANRB mendaulat Kemenag sebagai kementerian dengan pelayanan publik terbaik dan sebagai penyelenggara inovasi pelayanan publik terbaik di tahun ini."
**Better**
Dari aspek *Better*, Yaqut menyatakan bahwa layanan Kemenag terus mengalami perbaikan, terutama dalam penyelenggaraan ibadah haji dan layanan di Kantor Urusan Agama (KUA). Selama sepuluh tahun pemerintahan Joko Widodo, Kemenag sukses menyelenggarakan ibadah haji sembilan kali. Kepuasan jamaah juga meningkat, dari kategori "Memuaskan" menjadi "Sangat Memuaskan" berdasarkan survei dari Badan Pusat Statistik.
Revitalisasi 1.206 KUA telah berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan, didukung oleh digitalisasi dan sistem *online*. Hal ini juga tercermin dari tingginya indeks kepuasan masyarakat terhadap KUA yang mencapai 83,26.
Dalam bidang pendidikan, madrasah kini menjadi pilihan utama bagi siswa. Prestasi yang diraih siswa madrasah, termasuk perolehan medali terbanyak pada Olimpiade Sains 2024, menunjukkan kualitas pendidikan yang baik. Kepercayaan masyarakat terhadap madrasah juga meningkat, dengan lebih dari 40 madrasah telah dikelola secara negeri.
Transformasi kelembagaan juga terjadi di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, di mana 18 lembaga kini terakreditasi dengan status unggul. Kemenag juga telah mendirikan universitas berbasis *online*, UIN Siber Syekh Nurjati, yang melayani 4.200 mahasiswa, setengah dari mereka menerima Beasiswa Indonesia Bangkit.
Untuk meningkatkan perekonomian pesantren, Kemenag mengimplementasikan program Kemandirian Pesantren, sehingga mendukung 3.600 pesantren dengan 432 badan usaha. Kegiatan kediklatan di Kemenag juga semakin efektif dengan MOOC Pintar, yang telah menjangkau lebih dari 1,3 juta peserta.
Kemenag menganggap penting untuk menjaga moderasi dalam beragama sebagai langkah merawat kerukunan umat. Indeks kerukunan umat beragama telah menunjukkan meningkatnya angka dalam lima tahun terakhir, mencerminkan keberhasilan dalam menjalin harmoni sosial.
**Stronger**
Kementerian Agama juga menunjukkan peningkatan institusi yang lebih kuat dalam konteks *Stronger*. Penilaian dari Kementerian PANRB menunjukkan bahwa reformasi birokrasi Kemenag berada pada kriteria BB (Sangat Baik). Indeks ini meningkat dari 74,02 di tahun 2018 menjadi 78,18 pada tahun 2023.
Dari tahun 2016 hingga saat ini, Kementerian Agama selalu meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan dalam laporan keuangannya. Selain itu, Kemenag mendapatkan penghargaan dari Kementerian PANRB atas transformasi digital, dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mendapatkan penilaian sangat baik.
Kementerian Agama juga berada di peringkat kedua dalam pencegahan korupsi, dengan nilai 91,13 dari KPK. Terakhir, Indeks Pembangunan Statistik Kementerian Agama pun dinyatakan baik berdasarkan evaluasi oleh Badan Pusat Statistik.
Secara keseluruhan, perjalanan Kementerian Agama dalam sepuluh tahun ini menunjukkan kemajuan yang signifikan, serta komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan bagi umat beragama di Indonesia.
ANTARA
Kemajuan Kementerian Agama, Transformasi dalam Layanan Publik
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







