BATAM –
**Borneonews - Natuna**, Pemerintah Kabupaten Natuna, yang berada di Kepulauan Riau, baru-baru ini menyelenggarakan pelatihan untuk perangkat desa di wilayahnya mengenai penggunaan aplikasi *Sipades* atau Sistem Pengelolaan Aset Desa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para perangkat desa dalam mengelola aset desa secara lebih efektif. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Natuna, Suhardi, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diadakan di salah satu penginapan yang terletak di Kecamatan Bunguran Timur. Suhardi menjelaskan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk membantu para perangkat desa memahami lebih dalam cara penggunaan aplikasi dan metode pengelolaan aset desa yang baik. Menurutnya, *Sipades* merupakan aplikasi yang dirancang untuk perencanaan administrasi aset desa, yang mencakup seluruh proses mulai dari perencanaan awal, pengadaan, penatausahaan, hingga penyusunan laporan. "Peningkatan kapasitas aparatur desa dalam menjalankan tugas mereka sangat diperlukan. Inovasi seperti ini adalah kunci untuk mencapai pembangunan yang lebih baik," tambahnya. Aplikasi *Sipades* memiliki sejumlah manfaat, di antaranya adalah pemetaan dan evaluasi aset daerah, penciptaan transparansi dalam pengelolaan sumber daya publik, serta membantu pemerintah dalam memberikan pertanggungjawaban kepada masyarakat terkait penggunaan aset desa. Dalam kegiatan ini, pemateri yang dihadirkan langsung berasal dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, yaitu I Ketut Sukadana. Suhardi berharap pelatihan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada perangkat desa dalam menggunakan aplikasi *Sipades*. "Kami berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius, sehingga mereka benar-benar memahami penggunaan aplikasi yang disediakan untuk menunjang kepemerintahan desa yang lebih efektif," ujarnya. Salah satu peserta pelatihan, Zulfitri, yang merupakan perangkat Desa Sebelat di Kecamatan Midai, menyampaikan bahwa sebelum pelatihan, ia telah mencoba mempelajari aplikasi tersebut melalui tautan yang dibagikan oleh Dinas PMD Natuna di YouTube. Namun, ia mengakui bahwa cukup banyak kendala yang dihadapi, terutama dalam aspek-aspek yang masih kurang dipahaminya. "Pelatihan ini sangat bermanfaat, karena kami bisa langsung bertanya kepada pemateri dan mendapatkan penjelasan yang lebih jelas. Ini tentunya akan membantu kami dalam meningkatkan pengelolaan aset desa dengan lebih baik," pungkas Zulfitri. ANTARA