JAKARTA –
**Borneonews - Pangalengan, Jawa Barat**, Peluang baru untuk para atlet Indonesia semakin terbuka dengan diresmikannya stadion atletik yang baru saja selesai dibangun di Pangalengan, Jawa Barat. Menurut keterangan resmi, fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan performa atlet secara signifikan. Stadion ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Oscar Siagian, kepala Pusat Infrastruktur Permukiman Wilayah (Bina Pembangunan Permukiman) Kementerian PUPR, mengatakan bahwa PUPR telah bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk mendirikan pusat pelatihan atletik nasional di daerah tersebut. Terletak di ketinggian strategis 1.500 meter di atas permukaan laut, stadion ini menawarkan lingkungan pelatihan yang unik. Oscar menjelaskan bahwa kondisi di ketinggian dapat memberikan keuntungan bagi atlet, karena dapat meningkatkan kapasitas *VO2 max* mereka. *VO2 max* sendiri merupakan ukuran maksimal jumlah oksigen yang dapat diserap dan digunakan tubuh selama aktivitas fisik, yang juga berfungsi untuk menilai tingkat kebugaran atlet secara aerobik. Fasilitas yang terdapat di stadion ini cukup lengkap dan mendukung kemajuan atletik Indonesia. Terdapat delapan jalur lari, tambahan jalur 100 meter, serta arena khusus untuk berbagai disiplin, termasuk lemparan peluru dan lompat jauh, yang semuanya menciptakan variasi untuk pelatihan. Dengan biaya pembangunan sebesar Rp94 miliar, stadion ini dilengkapi dengan area khusus untuk lempar cakram dan jalur untuk latihan lari di lintasan berbukit. Selain infrastruktur fisik, stadion juga menyediakan layanan pendukung yang sangat dibutuhkan. Fasilitas dormitori, pusat kebugaran, ruang ganti, dan ruang kelas dirancang untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi atlet dalam menjalani program pelatihan dan pemulihan mereka. Oscar menjelaskan bahwa setiap dormitori untuk pria dan wanita dapat menampung hingga 42 atlet, dengan total kapasitas mencapai 92 orang. Di masa depan, aset yang ada di stadion ini direncanakan akan diserahkan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk pengelolaan lebih lanjut. Pengembangan fasilitas ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. ANTARA