JAKARTA –
**Borneonews - Seoul**, Kementerian Unifikasi Korea Selatan telah mengekspresikan kecaman yang mendalam terhadap tindakan Korea Utara yang baru-baru ini memutuskan semua akses jalan dan jalur kereta api yang menghubungkan kedua negara. Langkah tersebut dianggap sebagai tindakan yang bertentangan dengan tujuan unifikasi dan aspirasi masyarakat di kedua Korea. Dalam pernyataannya, kementerian tersebut menyebut tindakan Korea Utara sebagai tindakan yang tidak hanya anti-unifikasi, tetapi juga anti-nasional. Mereka menekankan bahwa langkah ini jelas menolak harapan rakyat serta penduduk Korea Utara yang ingin melihat terwujudnya unifikasi di semenanjung Korea. Kementerian Unifikasi menyebutkan bahwa Korea Utara tidak memberikan informasi sebelumnya mengenai langkah-langkah yang diambilnya. Hal ini menunjukkan keinginan negara tersebut untuk menghindari interaksi dengan Korea Selatan dalam konteks yang saat ini ditandai oleh ketegangan dan hubungan yang bersifat permusuhan. Militer Korea Utara, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (9/10), mengumumkan rencananya untuk menutup secara permanen dan memblokir perbatasan selatan yang berbatasan dengan Korea Selatan. Mereka juga berencana untuk memutus semua jalur transportasi, baik jalan darat maupun jalur kereta, serta membangun struktur pertahanan di garis depan wilayah mereka. Korea Utara menjelaskan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk memisahkan secara total wilayahnya dari Korea Selatan, yang selama ini disebut sebagai musuh utama dan tidak berubah. Kedua Korea memiliki infrastruktur yang menghubungkan satu sama lain, termasuk jalan raya dan rel kereta api yang melintas sepanjang jalur Gyeongui, yang menghubungkan kota perbatasan Paju di Korea Selatan dengan Kaesong di Korea Utara, serta jalur Donghae yang terletak di pantai timur. Sejak awal tahun ini, Korea Utara telah melakukan serangkaian tindakan, termasuk penanaman ranjau darat dan pengangkatan lampu jalan di sepanjang jalur Gyeongui dan Donghae, serta mencabut bantalan rel kereta api di sisi utara jalur-jalur tersebut. Semua ini merupakan upaya untuk menghapus semua jejak kerjasama dan pertukaran yang pernah terjalin antara kedua negara. Dalam pertemuan partai yang berlangsung pada bulan Desember tahun lalu, pemimpin Korea Utara mengkarakterisasi hubungan antara kedua Korea sebagai hubungan yang saling bermusuhan dan menegaskan tidak akan mencari rekonsiliasi serta unifikasi dengan Korea Selatan ke depannya. ANTARA