**Borneonews - Kabupaten Bogor**, Pemerintah Kabupaten Bogor di Jawa Barat telah menjalin kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) University untuk meluncurkan Program Sekolah Pranikah. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi angka stunting di daerah tersebut.
Penjabat Bupati Bogor, Bachril Bakri, menyampaikan bahwa melalui program ini, para calon pengantin akan dibekali dengan pengetahuan mengenai upaya pencegahan stunting. Edukasi yang diberikan diharapkan dapat memperkaya pemahaman mereka terkait isu kesehatan penting ini.
Bachril menjelaskan, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi pencegahan stunting: pendidikan pranikah, skrining untuk ibu hamil, serta pemenuhan gizi yang baik bagi bayi, balita, dan anak-anak. Ketiga elemen ini saling berkaitan dan sangat krusial dalam upaya menekan angka stunting.
Sebagai tambahan, ia menginformasikan bahwa baru-baru ini telah dilakukan intervensi untuk mempercepat penurunan stunting di wilayah Pamijahan. Ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menanggulangi masalah stunting dengan dukungan penuh dari pihak IPB University.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2023, angka stunting di Kabupaten Bogor tercatat sebesar 27,6 persen. Angka ini menjadikan Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan tingkat stunting tertinggi kedua di Jawa Barat. Sementara target nasional untuk angka stunting tahun 2024, menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), adalah 14 persen.
Kepala Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (P2SDM) IPB University, Amiruddin Saleh, menambahkan bahwa angka perkawinan anak di Indonesia tergolong tinggi. Hal tersebut berkontribusi pada meningkatnya kasus stunting, kehilangan kesempatan pendidikan, serta angka pengangguran.
IPB University memfokuskan perhatian pada permasalahan perkawinan anak melalui pendekatan inovatif, termasuk pelaksanaan Program Sekolah Pranikah. Program ini pertama kali diuji coba pada tahun 2021 di Desa Ciherang.
Amiruddin menjelaskan bahwa meskipun tidak bersifat formal, Program Sekolah Pranikah ini dilengkapi dengan kurikulum yang menyediakan materi edukasi. Materi ini dirancang khusus untuk remaja, agar mereka lebih siap memasuki fase pernikahan yang sehat dan berkelanjutan.
ANTARA
Kolaborasi Pemkab Bogor dan IPB University Cegah Stunting Melalui Program Sekolah Pranikah
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







