**Borneonews - Demak**, Pemerintah Kabupaten Demak, yang terletak di Jawa Tengah, telah melaksanakan pelatihan untuk modin mengenai tata cara pemulasaraan jenazah bagi penderita HIV/AIDS. Pelatihan ini bertujuan untuk mencegah penularan virus yang berbahaya tersebut.
Pelaksana tugas Bupati Demak, Ali Makhsun, menjelaskan bahwa dalam proses memandikan jenazah penderita HIV/AIDS terdapat prosedur khusus yang harus diikuti guna meminimalisir risiko penularan. Oleh karena itu, penting bagi para modin di daerah ini untuk mendapatkan pelatihan dan informasi yang tepat.
Ali Makhsun menyampaikan harapannya agar pelatihan ini memberikan pengetahuan yang bermanfaat, sehingga saat ada warga yang meninggal akibat HIV/AIDS, tetap ada modin yang dapat melaksanakan pemulasaraan jenazah tersebut dengan baik. Beliau juga menekankan bahwa memandikan jenazah merupakan kewajiban bagi umat Muslim. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir tertular saat melakukan pemulasaraan, karena mereka telah dilengkapi dengan pengetahuan tentang cara melakukannya dengan aman.
Bagi masyarakat yang merasa tidak yakin mengenai kondisi kesehatan seseorang, Ali Makhsun menyarankan agar individu tersebut segera dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis. Hal ini penting sebagai langkah preventif untuk menghindari penyebaran virus HIV.
Modin yang berpartisipasi dalam pelatihan ini diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan yang telah mereka peroleh kepada masyarakat luas. Dengan demikian, diharapkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat berkurang secara signifikan.
Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Demak, Ungguh Prakoso, menambahkan bahwa sebanyak 149 modin mengikuti pelatihan ini. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengingatkan kembali modin yang sudah pernah mengikuti pelatihan serupa sebelumnya, tetapi juga memberikan pengetahuan baru bagi mereka yang belum pernah mendapatkan pelatihan tentang pemulasaraan jenazah HIV/AIDS khususnya di daerah yang terdapat ODHA.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi modin dari risiko terinfeksi HIV/AIDS, sekaligus membantu mengurangi stigma dan diskriminasi yang sering kali menguntai kabut gelap ketika seseorang yang mengidap HIV/AIDS meninggal dunia. Kegiatan ini, oleh karenanya, menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran dan pengetahuan di masyarakat mengenai penanganan jenazah penderita HIV/AIDS.
ANTARA
Pelatihan Modin di Demak untuk Pemulasaraan Jenazah HIV/AIDS
Bagikan:

SEMARANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Shin Tae-yong Tekankan Pembinaan Usia Dini untuk Majukan Sepak Bola
Madura United Bidik 3 Poin saat Hadapi Persebaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







