BANDA ACEH –
**Borneonews - Aceh Timur**, Kepolisian Resor Aceh Timur telah melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dengan total berat mencapai 5,9 kilogram. Barang bukti tersebut merupakan hasil penindakan kepolisian yang dilakukan sebelumnya. Pemusnahan tersebut berlangsung di Markas Polres Aceh Timur pada hari Kamis. Acara ini dihadiri oleh Penjabat Bupati Aceh Timur, Amrullah M Ridha, serta berbagai unsur dari forum komunikasi pimpinan daerah dan pejabat instansi terkait lainnya. Sabu-sabu yang berhasil dimusnahkan dihancurkan dengan menggunakan blender. Setelah itu, bahan tersebut dicampurkan dengan cairan pembersih lantai sehingga menjadi larutan yang tidak dapat digunakan lagi. Larutan ini kemudian dibuang ke dalam saluran pembuangan limbah. Kapolres Aceh Timur, AKBP Nova Suryandaru, menjelaskan bahwa narkoba yang dihancurkan merupakan barang bukti dari kasus yang berhasil diungkap di wilayah hukum Polsek Darul Aman pada tanggal 3 Agustus 2024. “Sabu-sabu ini berasal dari dua tersangka yang ditangkap dalam wilayah hukum kami. Narkoba dalam lima bungkusan tersebut rencananya akan dikirimkan ke Julok, Kabupaten Aceh Timur,” ungkap Nova Suryandaru. Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengungkapan kasus sabu-sabu ini telah menyelamatkan sekitar 6.000 orang dari risiko penyalahgunaan narkoba tersebut. Nova Suryandaru juga menghimbau masyarakat untuk menjauhkan diri dari narkoba dan segera melaporkan jika mengetahui adanya peredaran atau penyalahgunaan narkotika kepada pihak kepolisian. Di sisi lain, Penjabat Bupati Aceh Timur, Amrullah M Ridha, memberikan apresiasi kepada Polres Aceh Timur atas upaya keras mereka dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Dia menekankan bahwa pencegahan ini bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga merupakan tugas bersama seluruh masyarakat. “Bersama-sama kita harus memperkuat komitmen untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Aceh Timur,” imbuh Amrullah M Ridha. Melalui kolaborasi dan kesadaran bersama, diharapkan masalah narkoba dapat ditekan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat. ANTARA