JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta** Polres Metro Jakarta Barat (Polres Jakbar) menegaskan bahwa proses seleksi penerimaan anggota Polri harus dilakukan dengan penuh transparansi dan tanpa adanya biaya yang dipungut dari para pendaftar. Hal ini disampaikan oleh Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi, dalam acara sosialisasi penerimaan calon anggota Polri yang diadakan untuk 250 pelajar di Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Menurut Teuku Arsya, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa anggota Polri yang dihasilkan memiliki kualitas yang unggul. "Tidak ada biaya yang dipungut, karena tujuan kami adalah menghasilkan anggota Polri yang berkualitas," ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan pentingnya memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam tubuh Polri, yang diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelaksana kepolisian di lapangan. Hal ini mencakup memberikan pelayanan yang profesional, berperilaku baik, serta mematuhi hukum yang berlaku. Arsya juga menekankan bahwa setiap calon anggota Polri diharuskan memiliki kualifikasi yang baik. "Setiap peserta seleksi harus menunjukkan kualitas, baik dari segi mental, fisik, kepribadian, maupun intelektual," jelasnya. Dalam sosialisasi ini, Wakapolres mengingatkan para peserta untuk tetap waspada terhadap oknum yang mengaku dapat membantu kelulusan dalam proses seleksi dengan imbalan uang. Ia mendorong peserta untuk segera melaporkan setiap penyimpangan atau tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Kelulusan dalam tahapan seleksi ini sepenuhnya berdasarkan usaha keras dan kompetensi yang ditunjukkan oleh masing-masing peserta," tegasnya. Sosialisasi ini juga memuat penjelasan mengenai langkah-langkah pendaftaran. Proses pendaftaran dimulai dari sosialisasi, pendaftaran secara online melalui situs resmi penerimaan Polri, hingga pengujian dan pemilihan calon anggota. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang disediakan, yakni *https://penerimaan.polri.go.id/*. ANTARA