JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menginisiasi program edukasi yang ditujukan kepada anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) untuk mengelola serta memastikan penyediaan makan bergizi secara gratis di sekolah-sekolah. Upaya ini dilakukan dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan asupan gizi di kalangan anak-anak. Dalam konteks ini, Direktur Kepercayaan Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek, Sjamsul Hadi, menjelaskan pentingnya mini riset yang dilakukan di Desa Lendola, Alor, Nusa Tenggara Timur. Riset ini bertujuan untuk menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan, dengan melibatkan kolaborasi antara kepala desa, PKK, dan sekolah dasar setempat. Program tersebut dikelola oleh PKK dengan alokasi anggaran sebesar Rp17 ribu per anak. Sjamsul menegaskan bahwa dengan edukasi yang luas serta dana yang telah disediakan, ibu-ibu PKK akan mampu mengumpulkan bahan pangan lokal dari rumah atau ladang mereka. Ia juga menyatakan bahwa aksesibilitas bahan pangan sangat memungkinkan. "Ibu-ibu dapat membawa bahan masakan dari rumah, seperti singkong dan kacang-kacangan," lanjutnya. Di samping fokus pemberdayaan ibu-ibu, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek juga menjalin komunikasi dengan pemerintah setempat di Kota Ternate, Maluku Utara, guna memenuhi kebutuhan protein masyarakat di daerah produksi ikan tersebut. "Upaya kami tidak hanya berhenti pada pemberdayaan, tetapi juga mencakup edukasi kepada siswa melalui modul-modul. Kami ingin meningkatkan kesadaran ibu-ibu tentang pentingnya makanan lokal yang sehat sehingga mereka dapat memilih menu yang tepat untuk para siswa," paparnya. Sjamsul menjelaskan bahwa modul edukasi ini dirancang untuk mengajukan pertanyaan mengenai sumber daya lokal dan mencakup soal tentang makanan sehat dan tidak sehat. Edukasi semacam ini diharapkan dapat membangun kesadaran di masyarakat mengenai gerakan pangan lokal yang penting bagi kesehatan. Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan melibatkan anggaran sebesar Rp800 miliar per hari. Ia menambahkan bahwa upaya yang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bertujuan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) dengan melakukan investasi yang substansial terhadap program MBG. Jika program ini diimplementasikan secara penuh, diperkirakan dapat menjangkau sekitar 82,9 juta penerima dengan total anggaran mencapai Rp400 triliun. "Setelah program ini berjalan, Badan Gizi Nasional akan mengeluarkan Rp1,2 triliun per hari untuk investasi SDM di masa depan. Sekitar 75 persen dari total itu akan dialokasikan untuk intervensi Makan Bergizi Gratis, yang berarti kurang lebih Rp800 miliar setiap harinya," tutup Dadan. ANTARA