JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Terpilih untuk periode 2024, Prabowo Subianto, memberikan pendapat yang tajam mengenai kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merumuskan istilah yang lebih halus untuk menggambarkan kondisi sosial, terutama dalam konteks kemiskinan. Dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Legislatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berlangsung di Jakarta, pada hari Kamis, Prabowo mengungkapkan pandangannya mengenai situasi perekonomian rakyat yang masih banyak berada dalam kategori miskin. Prabowo menyatakan, banyak individu di Indonesia terjebak dalam kondisi yang sebenarnya bisa disebut miskin, namun lebih memilih istilah lain untuk menjelaskan situasi mereka. "Dia bukan miskin, dia prasejahtera. Dia sebetulnya berharap untuk meningkat ke kelas menengah, *aspiring middle class*, istilah ilmiah yang tepat untuk mendeskripsikan keadaannya," ujar Prabowo. Ia menjelaskan bahwa ungkapan tersebut mencerminkan harapan seseorang untuk mencapai tingkat kehidupan yang lebih baik. Lebih lanjut, Prabowo menegaskan, jika seseorang masih mengharapkan untuk mencapai tingkat menengah, maka itu menunjukkan bahwa individu tersebut belum berada di titik tersebut. "Artinya, dia miskin. Itu adalah fakta," tegasnya, menunjukkan bagaimana masyarakat cerdas dalam merangkai kata-kata, tetapi perlu mengakui realitas yang ada. Menghadapi kondisi ini, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk transparan dalam mendiskusikan masalah yang dihadapi dan tidak perlu berusaha mencari istilah yang lebih indah untuk menggantikan kata 'miskin'. "Kita harus bisa melihat kenyataan, meskipun hal itu mungkin terasa tidak nyaman. Sebagai pemimpin, kita dituntut untuk berani menghadapi kesulitan yang ada," tambahnya. Pada acara tersebut, Prabowo hadir menjelang sore, tepatnya pada pukul 16.30 WIB, didampingi oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Keterlibatan Prabowo di dalam forum tersebut menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan isu-isu sosial demi perbaikan kehidupan rakyat Indonesia. ANTARA