JAKARTA –
**Borneonews - Baghdad**, Pemerintah Irak baru-baru ini mengungkapkan kecaman terhadap media Israel yang mencantumkan nama Ayatullah Besar Ali al-Sistani, tokoh ulama tertinggi Muslim Syiah di Irak, sebagai salah satu target serangan. Tindakan ini dianggap sebagai mendorong ancaman terhadap perdamaian dan keamanan global. Dalam sebuah laporan, *Channel 14 Israel* menampilkan gambar al-Sistani dan menyebutkan bahwa ulama terkemuka ini termasuk dalam daftar target mereka. Kecaman dari pemerintah Irak disampaikan oleh juru bicara Basim Al-Awadi, yang mengekspresikan penolakan terhadap pelanggaran yang dilakukan terhadap kehormatan dan status tinggi sang ulama, yang dihormati di dalam negeri serta di kalangan komunitas Arab, Islam, dan internasional. Al-Awadi menegaskan bahwa Irak tidak akan menerima upaya-upaya yang merendahkan tokoh keagamaan ini, terutama dalam konteks konflik yang masih berlangsung di Gaza dan Lebanon. Ia menggarisbawahi bahwa tindakan media Israel berupaya untuk mendiskreditkan figur agama tersebut dengan maksud provokatif untuk mencemarkan reputasi otoritas keagamaan. Lebih lanjut, Al-Awadi meminta kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, beserta lembaga-lembaga internasional lainnya untuk menyampaikan kutukan terhadap tindakan yang dianggap tidak dapat diterima ini. Kejadian ini menunjukkan ketegangan yang sedang berlangsung di kawasan dan dampaknya terhadap figur-figur berpengaruh dalam masyarakat keagamaan. ANTARA