PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP adalah indikator penting yang mencerminkan kesejahteraan petani. NTUP dihitung sebagai perbandingan antara indeks harga yang diterima oleh petani atau It dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM.

Secara umum, NTUP mencerminkan tingkat reduksi terhadap nilai tukar sebagai dampak perubahan harga kebutuhan konsumsi rumah tangga petani produsen, termasuk peternak dan nelayan.

Pada September 2024, NTUP Kalimantan Tengah mengalami penurunan sebesar 0,27 persen dibandingkan dengan Agustus 2024.

"Nilai NTUP turun dari 128,65 menjadi 128,30. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan signifikan pada indeks yang diterima petani atau It sebesar 0,25 persen, sementara indeks BPPBM mengalami kenaikan tipis sebesar 0,02 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Kamis, 10 Oktober 2024.

Jika dilihat berdasarkan subsektor, kata Agnes, Tanaman Perkebunan Rakyat mencatat NTUP tertinggi pada September 2024 dengan nilai 149,28. Subsektor ini menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan subsektor lainnya, mencerminkan stabilitas harga yang diterima oleh petani perkebunan rakyat.

Subsektor Hortikultura berada di posisi kedua dengan NTUP sebesar 107,20. Meskipun tidak setinggi Tanaman Perkebunan Rakyat, subsektor ini tetap menunjukkan kinerja yang cukup baik. Peternakan dan Tanaman Pangan mengikuti di posisi ketiga dan keempat dengan NTUP masing-masing sebesar 102,06 dan 101,64.

Subsektor Perikanan mencatat NTUP terendah pada September 2024 dengan nilai 100,63.

"Meskipun demikian, subsektor ini masih menunjukkan stabilitas yang relatif baik dalam menghadapi perubahan harga kebutuhan konsumsi rumah tangga petani produsen," katanya.

Penurunan NTUP secara keseluruhan pada September 2024 menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh petani dalam menjaga kesejahteraan mereka.

"Perubahan harga yang diterima dan biaya produksi yang meningkat menjadi faktor utama yang mempengaruhi nilai tukar usaha rumah tangga pertanian," jelas Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)