BORNEONEWS, Palangka Raya - Pekan Riset Sawit Indonesia atau PERISAI 2024 yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center atau BNDCC telah sukses dilaksanakan.
Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut dipenuhi dengan diskusi ilmiah, inovasi teknologi, dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan di industri sawit.
Diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 1.873 peserta terregistrasi, mulai dari akademisi, mahasiswa, peneliti, pelaku industri, hingga perwakilan pemerintah.
Mengusung tema "Green Gold: Transforming Palm Oil Industry through Cutting-Edge Technologies", dalam rilis yang diterima pada Kamis, 10 Oktober 2024 disampaikan bahwa PERISAI 2024 berfokus pada pemanfaatan teknologi mutakhir untuk mendorong keberlanjutan dan transformasi industri kelapa sawit nasional. Acara ini sukses menghadirkan keynote speaker dari berbagai sektor, termasuk Direktur Utama BPDPKS, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang Perkonomian, serta Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian.
"Salah satu highlight dari acara ini adalah presentasi 29 inovasi riset dan 10 hasil riset mahasiswa yang terbagi dalam enam bidang utama," kata Dewas BPDPKS Bapak Joko Supriyono dalam pengarahannya.
Di bidang bioenergi, Jummy Bismar Sinaga dari Apical Group membahas pengembangan energi terbarukan. Sementara itu, di bidang biomaterial, Yonnny Ang Setiday dari Novozyme memaparkan perkembangan biomaterial yang ramah lingkungan dan aplikasinya di industri.
Di bidang budidaya dan pasca panen, Dr. Chee-Keng Teh dari SD Gutherie menguraikan tentang teknik optimalisasi yang inovatif dalam pengolahan hasil panen. Prof Jamhari dari Fakultas Pertanian UGM memberikan wawasan tentang strategi pasar dan penerapan teknologi informasi di sektor agribisnis. Mahmud Fauzi dari Kementerian Kesehatan mengupas inovasi dalam pengolahan pangan sehat dan penerapan standar gizi.
Selain kegiatan diseminasi hasil penelitian, Pekan Riset Sawit Indonesia juga memfasilitasi pameran produk-produk hasil penelitian. Terdapat 16 booth pameran dari berbagai lembaga penelitian di Indonesia dan beberapa perusahaan internasional yang memamerkan teknologi terbaru yang berpotensi diterapkan dalam sektor kelapa sawit.
"BPDPKS juga memfasilitasi kolaborasi antara peneliti dengan industri melalui sesi business matching. Acara ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan hasil riset oleh industri dan pelaku usaha, serta mempercepat proses kesiapan produk riset untuk memasuki tahap komersialisasi," terangnya. (TESTI PRISCILLA/H)









