**Borneonews - Mataram**, Fasilitas tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yang berlokasi di Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah berhasil mengonversi limbah plastik menjadi bata beton yang dikenal dengan istilah *paving block*. Produk ini dihasilkan dengan karakteristik yang kuat dan ringan, sehingga menjadi alternatif solusi untuk mengurangi limbah plastik yang semakin meningkat.
Direktur TPST Sandubaya, Kamarudin, mengungkapkan bahwa fasilitas ini resmi beroperasi sejak Mei 2024 dan memiliki kapasitas produksi yang cukup signifikan, yaitu sekitar 400 bata beton setiap harinya. Namun demikian, saat ini produk tersebut belum dipasarkan secara umum karena masih terbatas dalam proses produksinya. Kamarudin menjelaskan, mereka belum memiliki mesin yang memadai untuk memproduksi bata beton dalam skala besar.
Dengan meningkatnya produksi sampah plastik di wilayah perkotaan, TPST Sandubaya sangat membutuhkan peralatan canggih untuk mengolah limbah tersebut. Kamarudin optimis bahwa mulai tahun depan, *paving block* hasil produksinya dapat dijual kepada masyarakat luas.
Saat ini, bata beton yang dihasilkan lebih difokuskan untuk menata beberapa area di dalam lokasi TPST Sandubaya. Selain itu, produk ini juga disalurkan ke berbagai instansi pemerintahan di Kota Mataram untuk mendukung program pengelolaan sampah yang lebih baik.
Kamarudin menambahkan, pemilihan untuk mengolah limbah plastik menjadi bata beton diambil karena sifat limbah plastik yang sulit terurai. Penelitian menunjukkan bahwa limbah plastik membutuhkan waktu antara 50 hingga 100 tahun untuk dapat terdegradasi. Oleh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram menganggap pembuatan bata beton ini sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah timbunan sampah plastik di ibu kota provinsi tersebut.
Proses produksi *paving block* ini memanfaatkan semua jenis limbah plastik dan dikerjakan dengan menggunakan tenaga mesin. Kamarudin mencatat bahwa harga dari produk *paving block* berada pada kisaran Rp50.000 per meter atau Rp1.000 per keping, yang terjangkau untuk masyarakat.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram menunjukkan bahwa total volume sampah di enam kecamatan di wilayah ini mencapai 240 ton per hari. Komposisinya terdiri dari 60 persen sampah organik, 30 persen sampah plastik, dan sisanya merupakan limbah kayu, popok, serta kaca.
TPST Sandubaya sendiri berfungsi untuk menangani pengelolaan sampah dari dua kecamatan, yaitu Sandubaya dan Cakranegara, dengan total volume produksi sampah mencapai 46 ton setiap harinya. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
ANTARA
Transformasi Limbah Plastik di Mataram Menjadi Bata Beton Ramah Lingkungan
Bagikan:

MATARAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Veda Ega Jadi Pembalap Indonesia Pertama yang Raih Pole Position
Varrel/Wardana Terhenti di Semifinal Indonesia Masters
SKK Migas Umumkan Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura
Komentar (0)
Memuat komentar…







