JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) yang juga dikenal sebagai Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) baru saja meluncurkan Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2025-2045. Langkah ini merupakan bagian dari rencana untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menteri PPN sekaligus Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menegaskan bahwa peta jalan ini bertujuan sebagai panduan strategis bagi kementerian, lembaga, daerah, dan semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurut Suharso, pemerintah akan terus berupaya untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata. Upaya ini termasuk memperluas akses pendidikan yang adil, meningkatkan mutu pendidikan yang holistik dan kontekstual, serta menyesuaikan relevansi pendidikan dengan tujuan pembangunan nasional. Selain itu, peningkatan tata kelola pendidikan yang melibatkan partisipasi masyarakat juga menjadi fokus utama. Dalam penjelasannya, Suharso mengungkapkan bahwa pemerintah berencana mempercepat partisipasi dalam pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. Salah satu langkah yang diambil adalah percepatan program Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah diikuti dengan dua belas tahun pendidikan dasar dan menengah. Efektivitas pengalokasian dan penggunaan anggaran pendidikan, yang mencapai 20 persen, juga menjadi perhatian penting dalam peta jalan ini. Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2025-2045 ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas dan beberapa instansi terkait lainnya, seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag), serta mitra pembangunan internasional seperti Department of Foreign Affairs and Trade Australia dan Tanoto Foundation. Suharso juga menyampaikan apresiasi kepada semua tim yang telah bekerja keras untuk menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2025-2045 dengan Peta Jalan Pendidikan yang baru diluncurkan ini. “Peta jalan ini akan menjadi pedoman dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029, yang diharapkan dapat menjadi rencana kerja pemerintah. Kami berharap program pendidikan menjadi prioritas utama dalam usaha mencapai Indonesia Emas 2045,” ungkapnya. Senada dengan pernyataan tersebut, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Amich Alhumami, menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan suatu negara. “Melalui pendidikan, kita dapat menciptakan manusia yang berakhlak mulia, sehat, berpengetahuan, berbudi pekerti baik, unggul, dan mampu bersaing, yang pada gilirannya akan membentuk masyarakat yang demokratis dan beradab,” tuturnya. ANTARA