JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Solidaritas Hakim Indonesia (SHI) baru-baru ini mengadakan audiensi bersama Pengurus Pusat Pemuda Katolik untuk memperjuangkan empat tuntutan yang menyangkut kondisi para hakim di Tanah Air. Pertemuan ini dilakukan di Sekretariat Umum Pemuda Katolik yang berlokasi di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Sekretaris SHI, Yoshito Siburian, menjelaskan bahwa tujuan dari audiensi tersebut adalah untuk menyampaikan sikap serta keluhan yang dirasakan oleh para hakim. Menurutnya, ada sejumlah isu yang perlu segera ditangani dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait. Empat tuntutan utama yang diajukan antara lain adalah mengenai legalitas dan kelayakan tunjangan bagi hakim yang bertugas di daerah-daerah terluar. Hal ini dianggap penting karena kondisi ekonomi yang berbeda-beda di masing-masing wilayah. Selanjutnya, tuntutan kedua adalah pengesahan RUU Jabatan Kehakiman. Yoshito menambahkan bahwa meskipun para hakim sudah diakui sebagai pejabat negara, mereka masih berada dalam status yang sama seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ini menjadi fokus utama dalam usulan reformasi yang diajukan. Tuntutan ketiga berkaitan dengan perlunya aturan spesifik yang mengatur tindakan penistaan terhadap peradilan. Yoshito menyebutkan bahwa selama ini terdapat banyak kejadian di ruang sidang yang tidak menghormati posisi hakim. Keamanan para hakim saat menjalankan tugas juga dianggap sebagai isu yang memerlukan perhatian. Akhirnya, Yoshito menekankan perlunya peningkatan dana atau penghasilan para hakim yang stagnan sejak tahun 2012, sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaan mereka. Menyikapi ini, Ketua Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, menganggap audiensi ini sebagai langkah penting untuk memperkuat kinerja para hakim. Ia menekankan bahwa masalah-masalah tersebut tidak seharusnya mengganggu profesionalisme hakim dalam mengambil keputusan. Gusma berkomitmen untuk mendukung perjuangan yang diusung oleh SHI. Dia juga menyebutkan bahwa organisasi mereka memiliki jaringan yang luas, dan siap untuk membantu menyebarluaskan isu ini. Lebih lanjut, Gusma menawarkan bantuan kepada SHI untuk melakukan pertemuan dengan pemuka agama Katolik melalui Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Ia menyatakan bahwa pihaknya memiliki akses dan siap menjadi jembatan penghubung. Sebelumnya, dalam audiensi yang dilakukan dengan pimpinan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Prabowo Subianto berjanji untuk memperhatikan kesejahteraan para hakim. Hal ini disampaikan oleh Prabowo melalui sambungan telepon kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, saat pertemuan berlangsung. Dalam pernyataannya, Prabowo menyatakan pentingnya meningkatkan kualitas hidup para hakim, memberikan jaminan agar mereka dapat menjalankan tugas dengan mandiri dan optimal. ANTARA